10/31/2015

Keterampilan sejarah dalam kurikulum 2013

Keterampilan Sejarah dalam Kurikulum 2013
Andan Apriana (1104740)
            Dalam dunia pendidikan Indonesia telah kita ketahui terjadi beberapa kali pergantian kurikulum, hal ini bukan merupakan hal yang tabu dan tidak perlu menjadi perdebatan selama tujuan dari pendidikannya daspat tersampaikan dengan baik. Berhubungan Kurikulum 2013 yang dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta didik dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.
            Kementrian Pendidikan Indonesia berusaha untuk merubah secara menyeluruh kurikulum sebelumnya yaitu KTSP. Fokus utamanya adalah pengetahuan, keterampilan dan sikap. Jadi, peserta didik setidaknya harus memenuhi 4 fokus tersebut di semua pelajaran yang ditentukan. KTSP diganti dengan asumsi untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, dari hal IPTEK tentu sangat terlihat selain itu lunturnya rasa cinta tanah air dan Nasionalisme menggugah para pemerhati pendidikan untuk membuat sebuah rumusan yang mampu menjawab hal tersebut. Dalam hal ini pendidikan karakter yang menjadi focus utamanya. Seperti yang tercantum dalam salah satu kompetensi inti dari kurikulum 2013:
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli  (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan  pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
            Dari hal tersebut kita dapat melihat betapa pentingnya penanaman sikap kejujuran dan tanggung jawab menjadi hal penting dan dimasukan ke dalam kompetensi inti dari mata pelajaran.
            Perubahan yang mencolok adalah diberikannya porsi lebih untuk mata pelajara Sejarah Indonesia. Jika sebelumnya pelajaran sejarah diberi porsi sedikit, maka kurikulum 2013 menjadikan pelajaran sejarah sebagai kelompok pelajaran wajib (untuk SMA/SMK). Pelajaran Sejarah Indonesia dalam kurikulum 2013 untuk jenjang SMA/ SMK merupakan kelompok mata pelajaran wajib, dan tentu saja masuk pula pada mata pelajaran peminatan yaitu di IPS.
            Mata pelajaran sejarah merupakan aspek yang tidak dapat terpisah dari setiap kehidupan manusia baik manusia sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial (warga negara), arti penting dari mata pelajaran sejarah:
a. Manusia hidup masa kini sebagai kelanjutan dari masa lampau sehingga perlajaran sejarah memberikan dasar pengetahuan untuk memahami kehidupan masa kini, dan membangun kehidupan masa depan
b. Sejarah mengandung peristiwa kehidupan manusia di masa lampau untuk dijadikan guru kehidupan: Historia Magistra Vitae
c. Pelajaran Sejarah adalah untuk membangun memori kolektif sebagai bangsa untuk mengenal bangsanya dan membangun rasa persatuan dan kesatuan
d. Sejarah memiliki arti strategis dalam pembentukan watak dan peradaban bangsa yang bermartabat serta dalam pembentukan manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. (Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi)
           
            Keterampilan sejarah diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya, menalar, menyaji, dan mencipta, dari keterampilan tersebut harus mendorong siswa untuk melakukan proses pengamatan hingga penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu melakukan pembelajaran yang menerapkan metode belajar yang berbasis penelitian dan pembelajaran yang menghasilkan karya dan pemecahan masalah. Dengan demikian maka pembelajaran sejah harus mampu untuk membuat suatu karya misalnya melakukan suatu penelitian di Museum mengenai perjuangan kemerdekaan kemudian siswa diarahkan untuk menganalisis mengenai hal tersebut mengapa bisa terjadi dan bagaimana terjadinya.
            Keterampilan dalam pembelajaran sejarah harus semakin ditingkatkan karena pemikiran masyarakat dan para siswa yang memandang bahwa sejarah merupakan pelajaran yang membuat ngantuk serta lebih focus pada hafalan pada kenyataannya hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Pelajaran sejarah bukan hanya berbicara mengenai apa, dimana, kapan, akan tetapi harus mampu menjawab mengapa dan bagaimana. Untuk menjawab mengenai pertanyaan mengapa dan bagaimana maka diperlukan suatu pemikiran yang tinggi karena hal ini berhubungan dengan cara siswa menganalisis suatu peristiwa, dapat kita lihat dari KI dan KD dalam kurikulum 2013 untuk SMA/ SMK kelas XI
KI: Memahami, menerapkan, dan menganalisis  pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KD: Menganalisis persamaan dan perbedaan  pendekatan dan strategi pergerakan nasional di Indonesia pada masa awal kebangkitan nasional,  Sumpah Pemuda dan sesudahnya sampai dengan  Proklamasi Kemerdekaan.
            Berhubungan dengan KI dan KD di atas maka seorang guru sejarah harus mampu memunculkan suatu pembahasan yang berkaitan dengan bagaimana dan mengapa munculnya kebangkitan nasional sampai tercapainya kemerdekaan Indonesia bukan hanya terpaku pada kapan terjadinya saja. Dalam penyajiannya seorang guru sejarah bisa menggunakan media yang berkaitan dengan hal tersebut, contohnya menghadirkan pidato-pidato dari Soekarno dan Bung Tomo, dengan hal tersebut siswa akan mampu dibawa pada situasi saat itu dan sejarah tidak akan membosankan dengan penggunaan media pembelajaran yang variatif.
            Penggunaan Contextual Teaching and Learning merupakan suatu metode yang bisa digunakan dalam pembelajaran sejarah dengan membawa pembelajaran sejarah sesuai dengan yang dialami siswa, misalnya dari upacara bendera pada hari senin dapat menjadi refleksi dari perjuangan kemerdekaan Indonesia sehingga bendera merah putih bisa dengan bebas berkibar saat upacara sedangkan hal tersebut pada masa penjajahan tidak dapat dilakukan, maka hal tersebut merupakan tugas dari guru sejarah dalam mengemas pembelajaran sejarah yang mampu meneladani perilaku kerjasama, tanggung jawab, cinta damai seperti para pejuang dalam mewujudkan cita-cita mendirikan negara dan bangsa Indonesia. Mengenalkan siswa pada sejarah lokalitaspun sangat biperlukan agar siswa mampu mengimplementasikan perjuangan dari sekitar mereka.
            Mata pelajaran Sejarah Indonesia bukan berisi materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi pengetahuan peserta didik saja. Sejarah Indonesia adalah mata pelajaran yang membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dimensi ruang-waktu perjalanan sejarah Indonesia, keterampilan dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara konkret dan abstrak, serta sikap menghargai jasa para pahlawan yang telah meletakkan pondasi bangunan negara Indonesia beserta segala bentuk warisan sejarah, baik benda maupun bukan benda. Sehingga terbentuk pola pikir peserta didik yang sadar sejarah dari hal tersebut terlihat bahwa menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotik serta cinta tanah air menjadi fokus pembelajaran sejarah Indonesia.
Referensi:
Ulid. 2013. Kurikulum 2013, Kemenangan Mata Pelajaran Sejarah Indonesia.[online] tersedia: http://ulidblog.wordpress.com/2013/07/14/seri-guru-kurikulum-2013-kemenangan-mata-pelajaran-sejarah-indonesia/. Diakses pada 22 September 2013. 09.15 WIB.
Valentika, Lutfi. 2013. Optimis Dengan Kurikulum 2013. [online] tersedia: http://edukasi.kompasiana.com/2013/09/15/optimis-dengan-kurikulum-2013-591891.html. Diakses pada 22 September 2013. 09.20 WIB.

Suhendi, Hendi. 2013. Pendekatan Pembelajaran Scientific Di Kurikulum 2013. [online] tersedia: http://hendisuhendi2012.wordpress.com/2013/07/18/pendekatan-pembelajaran-scientific-di-kurikulum-2013/. Diakses pada 22 September 2013. 10.00 WIB.


No comments:

Post a Comment