Showing posts with label ebook. Show all posts
Showing posts with label ebook. Show all posts

2/25/2016

Download ebook Jalan Ketiga: The Third Way by Anthony Giddens


 
Buku ini terbit pada tahun 1999, buku ini berisi teoritisasi yang menggemparkan dunia intelektual maupun politisasi yang ditulis oleh Anthony Giddens, seorang tokoh ke-12 paling berpengaruh dalam tahun 1999 dalam dunia pendidikan, di bawah PM Tony Blair dan menteri Pendidikan dan Pekerjaan David Blunkett. Giddens dituduh pengikut golongan “kanan” dengan ungkapan dia bahwa sosialisme sudah mati, namun dia juga mengungkapkan bahwa neoliberal atau New Right tak mungkin melanjutkan programnya. Secara gamblang Ia mengkritik program ekonomi Partai Konservatif yang bernaung di bawah “Thatcherisme”. 
 
Sejumlah orang buku ini dianggap sebagai jalan keluar dari konflik antara sosialisme dan kapitalisme, yaitu paham yang menonjolkan negara dan paham yang mengagungkan pasar. Buku ini memang berusaha untuk keluar dari konflik tersebut diatas, tetapi berakar dalam visinya utopian realism seperti diuraikan di atas.
 
Memang patut bagi kaum sosialis selalu mengharap untuk dihapusnya pemilikan hak-hak pribadi, menghilangkan pertentangan kelas dan peningkatan jaminan sosial karena mereka selalu diharapkan dengan tindakan-tindakan refresif kaum kapitalis (kanan). namun tak dapat dipungkiri bahwa sebagian apa yang pernah dilakukan oleh akum kapitalis telah menghasilkan sesuatu yang berarti bagi dunia. Hanya karena rasa kesewenangan yang membuat kaum sosialis terus menghujat kaum kapitalis. Konflik panas ini kemudian melahirkan pemikiran-pemikiran baru yang berusaha memberikan kontribusi terbaik bagi dunia. Anthony Giddens adalah sang pencetus “jalan ketiga” ditengah maraknya perdebatan antara dua golongan tersebut diatas.

Terdapat beberapa hal yang membedakan “jalan ketiga” dari alur politik lainnya adalah jala ketiga mencoba mencari sebuah hubungan yang baru antara individu dengan masyarakat. Ini merupaka definisi ulang dari hak dan kewajiban. Perhatian utama “jalan ketiga” adalah keadilan sosial, mendorong ketertiban sosial yang inklusif dan membangun sebuah masyarakat madani yang aktif dimana kelompok-kelompok masyarakat dan negara saling kerjasama sebagai mitra. Buku ini berupaya menghidupkan kembali budaya madani, mengusahakan sinergi antara sektor publik dengan sektor swasta, memanfaatkan dinamika pasar sambil tetap selalu memikirkan kepentingan umum. Dengan kata lain politik “jalan ketiga” adalah representasi dari pembaharuan demokrasi sosial dengan tujuan membantu masyarakat berunding dengan revolusi-revolusi zaman globalisasi, perubahan mendasar dalam kehidupan pribadi dan lembaga, serta dalam hubungan manusia dengan alam. Ciri dasar dari kontrak sosial baru yang dipelopori oleh "jalan ketiga" adalah "tak ada hak tanpa tanggung jawab".
 
Giddens masih percaya bahwa negara atas dasar demokrasi merupakan pilihan terbaik yang ada sekarang, juga percaya bahwa negara harus memainkan peranan dalam masyarakat. Ia menempatkan negara sebagai partner masyarakat. Negara dan masyarakat tidak beroposisi, masing-masing memainkan perannya yang saling menunjang dan saling mengisi. Dalam bentuk program, Giddens merinci sebagai berikut: the radical centre, the new democratic state, active civil society, the democratic family, the new mixed economy, equality as inclusion, positive welfare state, the social investment state, the cosmopolitan nation, cosmopolitan democraticy.
 
Buku ini tidak sejalan dengan teori Marxisme yang mempunyai ciri-ciri khiliastik dan mesianik. Menurut Giddens, teori Marxisme sudah tidak dapat dipakai pada zaman sekarang ini. Teori Marxisme hanya berhasil pada zaman yang stabil, belum ada globalisasi dan detradisionalisasi. Kalau seratus tahun yang lalu Marx, Lenin dan Mao, masih mengangan-angankan mampu mengontrol sejarah masa depan. Begitu pula halnya dengan gerakan radikal oleh kaum fundamentalis (agama, etnis, gender, nasionalis) yang ingin melindungi tradisi dengan cara-cara tradisional. Menurut Giddens, fundamentalisme tidak mempunyai masa depan karena mereka menoleh ke masa lalu sedangkan zaman sekarang segalanya melesat dengan cepat tak terkendali melindas tradisi. Suatu saat nanti, Fundamentalisme melahirkan pertentangan dan kekerasan atau dapat dikenal dengan istilah “vicious circle of animosity and venom”.
 
Jalan ketiga bukanlah sebuah istilah baru yang diciptakan oleh Giddens. Yang baru pada Giddens adalah bahwa ia menempatkannya dalam sebuah konteks pengamatan yang sama sekali baru. Misalnya, orang cenderung untuk memikirkan “jalan ketiga” ini sebagai pilihan ketiga antara sosialisme dan kapitalisme, atau antara intervensi negara dan pasar bebas. Perdebatan yang sudah berumur seratus tahun ini tidak lagi mungkin dipahami pada masa sekarang karena eksperimen sosialisme yang pernah ada dalam sejarah manusia, komunisme, mengalami kegagalan total bersamaan dengan bubarnya Uni Soviet pada 1991. Maka, perdebatan “kanan” dan “kiri” cenderung menjadi artifisial.
 
Giddens menolak tafsiran yang dikemukakan oleh pemikir-pemikir yang masih dikuasai oleh proyek “Enlightenment”. Ia mengkritik materialisme historis yang dikembangkan oleh Karl Marx sebagai tidak realistis. Marx terlalu optimis dalam melihat sejarah sekalipun Marx telah dengan hati-hati menambahkan unsur perjuangan didalamnya. Tetapi Giddens juga mengkritik Saint-Simon karena alasan yang hampir sama. 
 
Para penganut teori “industrial society” yang diawali oleh tokoh ini juga dinilai terlalu optimis mengaharapkan kedatangannya masyarakat industri bagaikan gelombang pasang yang melenyapkan “masyarakat tradisional”. Bersamaan dengan ini semua, Giddens menolak sosiologi marxis maupun sosiologis Parsonian, yang dilelompokkan dalam structural-functionalism.
 
Asal-usul sosialisme berkaitan erat dengan perkembangan awal masyarakat industrial, pada suatu suatu masa antara pertengahan dan akhir abad kedelapan belas. Demikian pula halnya dengan lawan utamanya, konservatisme, yang dibentuk sebagai reaksi atas revolusi Perancis. Sosialisme bermula sebagai kumpulan pemikiran yang menentang individualisme. Perhatiannya pada upaya pengembangan kritik terhadap kalpitalisme. Perhatiannya pada upaya pengembangan kritik terhadap kepitalisme baru muncul sesudahnya. Sebelum memiliki arti yanga maat spesifik dengan bangkitnya Uni soviet, komunisme bertumpang tindih denagn sosialisme dan masing-masing berupaya mempertahankan keyakinan mereka bahwa yang penting dan mestinya didahulukan adalah perkara-perkara sosial atau komunal, dan bukan perkara-perkara individual.
 
Demokrasi sosial adalah istilah yang bahkan lebih luas dan lebih ambigu. Maksudnya adalah partai-partai dan kelompok-kelompok kiri reformis lainnya, termasuk Partai Buruh Inggris. Pada awal periode pascaperang, kaum Demokrat Sosial dari banyak negara berbagi perspektif yang serupa. Inilah yang Giddens rujuk sebagai demokrasi gaya laam atau demokrasi sosial klasik. Sejak tahun 1980-an, sebagai respons atas munculnya neoliberalisme dan masalah-masalah sosialisme, kaum demokrat sosial di berbagai tempat mulai memisahkan diri dari sudut pandang demokrasi sosial klasik ini.
 
Neoliberalisme tampaknya telah mencpai keberhasilan di seluruh penjara dunia. sementara itu, demokrasi sosial berada dalam gejolak ideologis. Dan apabila lima puluh tahun yang lampau setiap orang adalah perencana. Ini merupakan kebalikan yang penting, sebab selama setidaknya satu abad kaum sosialis menganggap diri mereka penentu arah sejarah.
 
Partai-partai demokrasi sosial di Eropa dan ditempat lainnya sangat menyadari tentang isu-isu ini, dan setidaknya sejak awal tahun 1980-an telah secara aktif menanggapinya . desakan intuk melepaskan diri dari masa lalu semakin kuat denagnruntuhnya komunisme Eropa Timur pada tahun 1989. Sebagian besar partai Komunis Barat mengubah nama mereka dan bergerak lebih dekat ke Demokrasi Sosial, sementara dalam negara-negara Eropa Timur partai-partai demokrasi sosial baru, mulai dibentuk.
 
Perlunya pergeseran-pergeseran kebijakan struktur dukungan politik ini ditandai oleh perubahan-perubahan dalam pola-pola dukungan politik, yang harus ditanggapi oleh partai-partai demokrasi sosial. Hubungan-hubungan kelas yang biasanya mendasari pemungutan suara dan afiliasi politis telah bergeser secara dramatis, berkat penurunan tajam kelas pekerja kasar. Masuknya wanita kedalam angkatan kerja dalam skala besar telah lebih jauh menggoyahkan pola-pola dukungan berdasarkan kelas. Sejumlah besar minoritas tidak lagi memberikan suara, dan pada dasarnya berada diluar proses politik. Partai yang tumbuh paling besar selama beberapa tahun adalah partai yang sama sekali bukan bagian dari polotik: “non-party of non voters.” Akhirnya, ada bukti substansial bahwa perubahan-peribahan nilai telah terjadi sebagian karena perubahan generasional, dan sebagian karena respons terhadap pengaruh-pengaruh lain.
 
Perdebatan tentang masa depan demokrasi sosial selama sepuluh sampai lima belas tahun terakhir telah menimbulkan berbagai pertanyaan dan kesulitan dengan kesulita kita tahu betama problematisnya dasar-dasar kebijakannya. Tak ada agenda kebijakan demokrasi sosial yang terintegrasi yang bisa dikembangkan jika jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, sekurang-kurangnya jawaban sementara, tidak diberikan. Disini Giddens akan berfokus pada lima dilema mendasar yang seringkali muncul dan penting dalam banyak perdebatan. Giddens akan mengemukakan pandangan mengenai masing-masing dilema. Semuanya merupakan pertanyaan yang amat penting. Ruang yang ada disini hanya untuk jawaban rangkuman, dan Giddens tidak memiliki dukungan yang memadai untuk meyakinkan orang yang skeptis dalam perkara apapun.
 
Lima dilema tersebut adalah:
· globalisasi
· individualisme
· kanan dan kiri
· subjek pelaku politik
· masalah-masalah politik
 
Untuk lebih jelasnya, silahkan download The third way versi bahasa indonesia  via tusfiles di

Download ebook Hidrauluka (hidrolika) by Bambang Triatmojo

Hidrolika merupakan satu topik dalam Ilmu terapan dan keteknikan yang berurusan dengan sifat-sifat mekanis fluida, yang mempelajari perilaku aliran air secara mikro maupun makro. Mekanika Fluida meletakkan dasar-dasar teori hidrolika yang difokuskan pada rekayasa sifat-sifat fluida. Dalam tenaga fluida, hidrolika digunakan untuk pembangkit, kontrol, dan perpindahan tenaga menggunakan fluida yang dimampatkan. Topik bahasan hidrolika membentang dalam banyak aspek sains dan disiplin keteknikan, mencakup konsep-konspen seperti aliran tertutup (pipa), perancangan bendungan, pompa, turbin, tenaga air, hitungan dinamika fluida, pengukuran aliran, serta perilaku aliran saluran terbuka seperti sungai dan selokan.

Kata Hidrolika berasal dari bahasa Yunani hydraulikos, yang merupakan gabungan dari hydro yang berarti air dan aulos yang berarti pipa.

Pada masa Romawi Kuno telah dikembangkan beragam penerapan hidrolika, mencakup penyediaan air untuk umum, sejumlah Aqueduct, kincir air, pertambangan hidrolis. Romawi Kuno termasuk golongan awal yang menggunakan prinsip siphon untuk membawa air melintasi lembah, serta menggunakan teknik tertentu bernama hushing dalam pertambangan. Mereka menggunakan timbal dalam sistem pemipaan untuk suplai domestik dan umum, semisal pemandian umum pada masa itu.

Pada masa kejayaan Islam, terobosan dalam mekanika fluida oleh fisikawan muslim semisal Abu Rayhan al-Biruni (973-1048) dan Al-Khazini (penemu keseimbangan hidrostatis pada tahun 1121), menghantarkan berbagai inovasi di bidang hidrolika dari insinyur-Insinyur Arab dan para penemu. Kerajaan Arab telah menemukan sistem pengairan domestik semisal sistem pembilasan dan sistem transportasi air yang berdampak baik pada pertanian.
Download ebook hidrauluka via tusfiles

Ebook Penelitian Tindakan Kelas by Suyadi



Menjadi seorang guru merupakan profesi mulia yang dijunjung tinggi martabatnya. Kualitas seorang guru akan menentukan kualitas anak didiknya di sekolah. Jika gurunya mapan, maka anak didiknya lebih berpeluang besar untuk menjadi luar biasa dan begitu juga sebaliknya. Pertanyaannya, bagaimana menjadi guru yang bisa memberi peluang menjadikan anak didik luar biasa? Pastilah gurunya yang harus terlebih dahulu menjadi luar biasa, khususnya secara akademisi.

Dalam pengantar bukunya; "Panduan Penelitian Tindakan Kelas," Suyadi, berujar; "...Seorang guru akan menjadi luar biasa, ketika ia mampu melaporkan penelitiannya dalam bentuk karya tulis ilmiah (hal. 5). Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa guru yang hebat bukanlah guru yang telah lulus sertifikasi dalam jabatannya. Melainkan mereka yang masih bersedia untuk belajar di samping ia juga giat menunaikan tugasnya untuk mengajar. Dan salah satu ajang pembelajaran bagi guru untuk menjadi guru berkualitas dan luar biasa adalah ajang penelitian tindakan kelas (PTK), yang kemudian disajikan dalam bentuk karya tulis ilmiah.

Dalam banyak literatur disebutkan bahwa PTK pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun 1946. Selanjutnya inti dari gagasan Lewin inilah yang selanjutnya dikembangkan oleh ahli-ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John Elliot, Dave Ebbutt, dan sebagainya.

PTK dimaksudkan sebagai tindak lanjut seorang guru setelah keluar dari ruang kelas. Tindakan pasca tugas ini berupa perenungan, evaluasi, memperbaiki, dan menyimpulkan apa yang telah terjadi. Tujuannya ingin memperbaiki profesinya (guru), sehingga hasil belajar peserta didik terus meningkat. Dengan PTK, kesalahan praktik pembelajaran diharapkan bisa diketahui lebih dini sehingga dapat di segera diperbaiki sesegera mungkin.

PTK ini penting karena 5 alasan. Pertama, PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya. Dia menjadi reflektif dan kritis terhadap apa yang dilakukan oleh dirinya (guru) dan muridnya. Kedua, PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional. Guru tidak lagi sekedar seorang praktisi, yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakan selama bertahun-tahun tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi, namun juga sebagai peneniliti di bidangnya.

Penelitian Terapan
Ketiga, pelaksanaan PTK tidak menggangu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan tugas pokoknya. PTK merupakan suatu kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan pelaksanaan proses pembelajaran. Keempat dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya.

Dan kelima, penerapan PTK dalam pendidikan dan pembelajaran memiliki tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara berkesinambungan sehingga meningkatan mutu hasil instruksional, mengembangkan keterampilan guru, meningkatkan relevansi, meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru.

PTK ini berkembang sebagai suatu penelitian terapan. PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahap-tahap PTK, guru diharapkan dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain, dengan menerapkan berbagai ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif.

Jadi PTK merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual dan faktual yang dihadapi oleh guru di "lapangan" pengabdiannya. Dengan melaksanakan PTK, guru mempunyai peran ganda, yakni sebagai praktisi dan sekaligus peneliti.

Buku ini, mengupas tuntas bagaimana cara membuat dan menyusun PTK yang baik, mulai dari prosedur melakukan PTK (hal. 49-68), membuat proposal PTK (hal. 69-86), menyusun laporan PTK (hal. 87-98), hingga seluk-beluk yang berkaitan dengan PTK. Dengan sistematis, buku ini menyajikan dan mempermudah pembaca untuk bisa menyusun PTK dengan baik. Dari bab ke bab dalam buku ini tetap berubungan erat, sehingga untuk bisa mempraktikkan PTK menuntut pembaca untuk membaca buku ini secara runtut bab demi bab, tidak meloncat-loncat.

Lihat saja, ketika kita ingin langsung membuat proposal PTK, yang dalam buku ini ada pada bab III, maka mau tidak mau kita harus tahu PTK terlebih dahulu secara utuh, yang dalam buku ini ada pada bab I. Memang, buku ini sangat cocok untuk dibaca siapa saja yang ingin menjadi pendidik atau guru yang keberadaannya sangat menentukan kualitas anak didiknya di masa selanjutnya. ***

Data Buku
Judul : Panduan Penelitian Tindakan Kelas
Penulis : Suyadi
Penerbit : Diva Press, Jogjakarta
Cetakan : I November 2010 dan II Februari 2011
Tebal : 86 halaman
Download via tusfiles di

Download ebook: Inkulturalisme teater indonesia by Nanda Riffandi

Upaya mengungkap interkulturalisme dalam teater modern Indonesia, dimana buku ini mengambil studi kasus pada klub teater Bandung melalui lakon Kuda Perang merupakan usaha yang menarik.

Interkultulisme lakon Kuda perang tidak hanya pada naskah tetapi meliputi tubuh aktor, pemanggungan dan artistik

Melalui seni peran Sujata Anirun salah seorang pimpinan STB menciptakan konsep pemeranan yang diberi nama memanusiakan ide-ide, menurutnya aktor adalah manusia biasa. Konsep memanusiakan ide-ide ini terdapat pada teori seni peran George Tabori seorang sutradara teater dari Jerman.

Intisari dari memanusiakan ide-ide meliputi tentang latihan dasar bagi pemeran yang meliputi olah tubuh, olah vokal dan olah sukma.

Siasat untuk mengatasi permasalahan yang terdapat pada naskah barat maupun lokal yang dimainkan, dapat diatasi dengan terlebih dahulu melakukan adaptasi naskah.

Buku ini terbagi menjadi 5 BAB
BAB I Pendahuluan,
BAB II Stediklub Teater Bandung dan karya-karyanya
BAB III Memanusiakan ide-ide
BAB IV Interkulturalisme: Sebuah pemahaman
BAB V Kesimpulan

Untuk lebih jelasnya berikut ebook yang bisa anda download via tusfiles:
Inkulturalisasi Teater Modern Indonesia

atau via userscloud di
Inkulturalisasi by Nanda Riffandi

Download ebook: Modul SPSS


SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan pointing dan clicking mouse.

SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai populernya system operasi windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang).

Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu social, sehingga kepanjangan SPSS itu sendiri adalah Statistikal Package for the Social Sciens. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user), seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Dengan demikian, sekarang kepanjangan dari SPSS Statistical Product and Service Solutions.

SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.
Untuk penggunaannya, berikut modul SPSS yang bisa anda download.

Deposit File