Showing posts with label Anak Muda. Show all posts
Showing posts with label Anak Muda. Show all posts

5/14/2018

Ketemu sama kenalan baru yang ngobrolnya nyambung adalah salah satu kenikmatan terbaik dalam sebuah kehidupan yang fana ini.


Semakin dewasa, jumlah teman-teman yang siap sedia dimintai bantuan kapan saja semakin berkurang.  

Mereka sekarang sudah mempunyai kesibukan sendiri-sendiri. Ada yang sibuk berkarya, ada yang sibuk lanjutin kuliah, ada yang sibuk ngejar-ngejar pembimbing skripsi, ada yang sibuk sama pacar baru, sibuk membangun bahtera rumah tangga, sibuk merintis usaha, sibuk jadi duta-dutaan, sibuk jadi budak korporat, sibuk hijrah, sibuk trading cryptocurrency, sibuk nyari downline, sibuk jualan kaos #2019GantiPresiden, sibuk push rank ampe Mythic, sibuk bayar cicilan, atau temen yang sibuk mikirin kenapa orang lain pada sibuk sedangkan dirinya kagak. huhu

Aku juga melakukan hal yang sama. Saat dihadapkan pada urusan yang menurutku lebih penting, urusan mempertahankan hubungan perteman dengan teman lama jadi kerasa gak penting-penting  amat. xixixi

________

Dari dulu aku tau kalau hal kaya gini pasti akan terjadi. Hal ini sebelumnya telah terjadi pada para Senpai, tinggal menunggu waktu saja hingga giliranku tiba. huhu

_______

People come and go.

Ada yang datang, ada pula yang pergi.
Sad but true


Sayangnya, orang-orang yang dateng gak seperti orang-orang yang pergi. Yang pergi, priceless.  Yang datang, wierdos.

Biasanya kenalan baru itu kebanyakan:
  1. Orangnya sok asyik
  2. Gap umur yang kejauhan.
  3. Ngobrolnya gak nyambung
  4. Gak semangat bahas topik apapun
  5. Sekalinya asyik, dia dominan jadi pencerita dan motong-motong mulu kalau jadi pendengar.
  6. Awkward-an
  7. Terlalu freak
  8. Dan berbagai hal tai lainnya yang membuat kita mikir, "Emang udah paling bener kalau temen lama yang terbaik."
Jika kamu membaca ini terus ngerasa, "Ah enggak kok, aku seru-seru aja ketemu siapapun". Mungkin itu karena kamu adalah si no 1 atau si no 5. xixixi

_________

Sayangnya, temen lama pun juga berubah. Gak seasyik pas dulu. 

Everybody changing. Situation changing. Time flies~
Everybody's Changing - Keane


Kalau keadaan ini terus berlanjut. Kalau temen yang pergi lebih banyak ketimbang temen yang datang, takutnya nanti mengakibatkan defisit jumlah teman.

Menurutku, semakin sedikit jumlah temen yang seru, berbanding lurus dengan semakin seringnya kita merasa kesepian.

KESEPIAN. *dicapslock biar horror

Squidward di Squidville, kesepian.
______

Sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan perasan KESEPIAN. *masih dicapslock biar kesan horror-nya gak ilang.

Hanya saja aku pribadi paling suka menghilangkan kesepian dengan berada di keramaian atau menyempatkan diri ketemu orang baru.

Sebagai orang dewasa, aku dituntut harus punya kenalan baru sebanyak-banyaknya. Dengan begitu, nanti bisa di-filter kira-kira mana yang cukup asyik buat  jadi temen, mana yang gak asik-asik amat dan cuma akan berakhir menjadi kenalan selewat doang.

Orang dewasa itu jangan pasif, tapi harus aktif!

Punya hobby, join komunitas!
Punya band favorit, join komunitas!
Punya mobil baru, join komunitas!
Punya klub bola kesukaan, join komunitas!

Sekali lagi, orang dewasa itu harus aktif jangan pasif!
_______________
_______________
_______________

Sayangnya, gue adalah tipikal orang dewasa yang pasif. Huhu *lah pegimane?

Dalam kasusku yang adalah seorang introvert, kepasifanku diuntungkan dengan perkembangan teknologi dan informasi yang demikian cepat.

Untuk bisa dapet kenalan baru misal, ketimbang join komunitas ini itu, aku lebih suka menggunakan Tinder. xixixi

TINDER

Swipe-swipe

Flashback dikit boleh kali ya? Xixixi

Tahun 2014.


Di sekitaran Oktober/ November 2014, relationship-ku yang telah terjalin selama dua tahun lebih sikit dengan Senpai fakultas sebelah akhirnya kandas. Malem mingguku yang sebelumnya selalu ada-ada aja, berubah menjadi malem minggu yang biasa-biasa aja.

Di suatu malem minggu yang biasa-biasa aja, aku hanya menghabiskannya dengan gular-goler di kasur kostan, sambil ngoprek laptop semaleman. 

Saat itu aku udah punya blog ini, di reading list-nya aku berlangganan sama situs malesbanget.com, website humor kesukaan kita semua. *eh tag-linenya masih itu gak sih?

Entah aku baca artikel yang mana, yang pasti salah satu artikelnya ngebahas aplikasi smartphone yang lagi trend saat itu. Salah satunya: TINDER.
_____

Bersama jomblowan kamar sebelah (Rheza Herlambang), kita instal tinder dan swipe kanan hanya kepada teteh-teteh cantik & gaul doang. Saat itu kita sok ganteng banget, anjir!

Karena picky, match yang kita dapet pun dikit. Dari sedikit match tersebut, setelah dichat gak ada satu pun yang obrolannya jadi seru. Semua berakhir karena dapet balasan singkat-singkat.

Orang yang level gantengnya gak ganteng-ganteng amat, emang gak cocok buat berperilaku sok ganteng. huhu
_____

Sebulan setelahnya, aplikasi tinder diinstal juga oleh penghuni kamar lantai 2, namanya Yayan Suryana Fattah.

Berbeda dengan Rifal & Rheza yang picky dan sok ganteng, Yayan ini lebih membumi. Dia swipe kanan semua cewek di Tinder. Jumlah match dia pun berhasil nyalip jumlah match kita (Rifal x Rheza) yang notabene udah nginstal tinder duluan.

Sebagai senpai dalam dunia pertinderan, aku merasa bete banget disalip anak baru. hih.

Sejak saat itu, aku menghilangkan kebiasaan picky-ku, aku swipe kanan semuanya, sambil berbicara dalam hati seperti tokoh antagonis di sinetron, "Tunggu pembalasanku Yayan! Beberapa bulan dari sekarang aku akan menyalipmu. Tunggu saja! hoho"

Sayangnya, sampai gue wisuda April 2016 dan berpisah dengan Yayan, keadaan belum kunjung berbalik. Skor terakhir kita saat itu, aku match dengan 350an, dia match dengan 400an. Bgst!
_______

Tahun 2018


Dari pertama nginstal sampai sekarang, aku maen Tinder cuma buat banyak-banyakan match doang. Gak sekali pun terbesit niat untuk meet up dan punya hubungan serius sama cewek-cewek itu.

Turning point-ku terjadi pada April 2018

Saat itu aku maen dan nginep di kostan temen lama namanya Gilang Eka Yanuar di Geger Arum, masih sekitaran kampus UPI. .

Nah si Gilang ini gak pernah meet up sekalipun sama temen tindernya, which is sama persis sepertiku, tapi dia sudah selangkah di depan. Kenapa? Karena ada satu orang cewek yang match sama dia pernah beberapa kali inisiatif ngirim foto selfie hanya sedang mengenakan celana gemes dan baju ketek doang.

Bgst, aku iri!

AKUUU IRIII!!! *dicapslock biar emosinya kerasa

Baju ketek & celana gemes never failed you!

______

Aku yang sebelumnya ganteng kalem, berubah menjadi aku yang sekarang ganteng ganjen. Dikit-dikit chat aku di Tinder diisi dengan frase, "PAP dong!"

Jijik anjir aku sama diriku sendiri.

Dari berbagai PAP yang aku dapet, semuanya adalah selfie dengan baju kumplit. Gak ada satupun yang pake baju ketek.

BANGSAT GILANG. AKU MASIH IRIII!!!!
___________

And then, aku kepikiran gini:

Mungkin seperti di Kimia, kadang katalisator dibutuhkan untuk mempercepat reaksi. Menurutku, meet up mungkin saja adalah katalisator yang tepat agar supaya aku sering dapet kiriman. IYKWIM.

Minggu itu ada satu match tinder yang lagi senggang dan mau diajak ketemu.

Aku cerita ya!

RISMA (18 tahun, baru aja curat-coret seragam SMA)

Pict hanya pemanis

Saat mikirin meet up di mana, aku inget twit seseorang isinya gini:
Jangan jadikan bioskop sebagai tempat untuk pertama kali ketemu! Di bioskop kalian gak akan ngobrol apa-apa, hanya akan menatap ke layar tanpa bisa saling bicara. Pertemuan pertama idealnya di sebuah tempat makan. Nanti kalau cocok, lanjutin! Kalau gak cocok, udah habis makan, tinggalin!
______

Tapi, sayangnya aku gak suka ngobrol lama di tempat makan.

Kalau lagi nongkrong di satu tempat, dengan situasi makanan udah pada abis. Aku akan ngerasa gak enak banget kalau kemudian ada segerombolan orang yang baru datang, melihat meja yang masih penuh, lalu ekspresi mereka berubah menjadi wajah-wajah kecewa.

Kasihan aja gitu melihat orang-orang batalin jadwal nongkrongnya karena kita nunda-nunda pergi dengan alasan pengen nunggu makanan turun sampe perut atau karena pengen sebats dulu. huhu

____

Jadi, bioskop dan tempat makan aku coret.

Sambil masih kebingungan nentuin ketemu di mana, aku leyeh-leyeh nge-scroll twitter. Tanpa sengaja lihat flyer ini:

Lalala Fest versi sobat miskin

Aku kirim flyer ini ke Risma sambil berdoa semoga dia mau.

Beberepa menit kemudian smartphone-ku berbunyi, ternyata ada pesan dari Risma yang mengatakan kalau dia................ mau diajak pergi ke Pine Hill.

Yes!Hore!

Malah bisa dibilang, dia semangat banget.

________

Aku selalu percaya kalau mood itu nular. Kalau aku ada di sekitar orang yang badmood, aku juga akan ikutan badmood. Kalau ada di sekitar orang yang excited, aku juga ikut kebawa excited.

Saat itu aing excited banget sih karena respon dia pas dapet flyer acaranya. xixixi

_______________


Bahkan kita saling ngasih rekomendasi lagu dari musisi-musisi yang sebelumnya kita gak tau.

Rumahsakit - Duniawi, eargasm.

Kebanyakan partner ngegigsku biasanya hanya akan semangat bila ada penampilan dari musisi yang dia tau, lalu bersikap ignorance kepada musisi-musisi yang dia gak tau.

Normal sih. Kebanyakan orang di dunia ini adalah tipe kaya gitu.

Tapi cewek ini, dia beda.

______
______
______

Pada sore hari di Sabtu 5 Mei 2018. Kita berangkat ke Pine Hill, Maribaya.

Kita sampe sana jam 4.
_______________
_______________

Awalnya aku ingin menuliskan serunya obrolan Rifal x Risma menggunakan format dialog, tapi karena artikel ini udah kepanjangan, aku akan singkat saja menjadi point-point. xixixi

Hal yang bikin aku seneng ngobrol sama dia adalah:
  1. Walau kita awalnya gak tau, sebelum berangkat kita sama-sama usaha nyari lagu yang enak dari para musisi yang akan tampil di sebuah gig.
  2. Kita sama-sama gak suka anak kecil, 
  3. Kita sama-sama gak suka Dilan.
  4. Kita sama-sama lagi gak mau punya komitmen
  5. Kita gak suka sama temen sendiri yang hijrah.
  6. Saat dia suka satu hal, dia gak benci hal lain yang berlawanan.
  7. Ini nih yang paling penting. Dia tipikal orang yang seneng share point of view saat ngobrol. Saat aku selesai bicara, dia akan respon dengan agree atau disagree disertai alasannya supaya aku mengerti gimana jalan pikiran dia. Gak langsung menggurui dengan dikit-dikit make kalimat, "kamu itu harusnya......". 
__________

Obrolan yang terjadi antara kita pun berulang. Tapi walau berulang, anehnya ngobrol sama dia gak membuatku bosan.

Aku kasih 2 Contoh:

Situasi 1: Ada anak kecil manjat-manjat meja.
Dia:"Lihat di sana ada anak kecil manjat meja! Bisi jatuh ih"
Aku: "Itu disebelahnya kan ada akang-akang sama teteh-teteh ngawasin noh. Tenang! Jangan hariwang!"
Dia: "Aku gak suka siah lihat anak kecil"
Aku: "Wah serius? Aku juga. Ces dulu dong!"

SFX: Trek.

Kemudian kita saling cerita alasan kita masing-masing gak suka anak kecil. xixixi

__________


Situasi 2: Ada orang pacaran lewat depan kita yang lagi duduk, muka mereka keliahatan BT.
Aku: "Lihat tuh! Pasangan itu kayanya lagi bertengkar"
Dia: "Keknya si cowoknya deh yang salah, soalnya si cewek yang jalan di depan"
Aku: "Sotoy! Bisa aja ceweknya yang salah, tapi karena cowoknya susis jadi weh gitu"
Dia: "Padahal tempat ini bagus, sayang banget kalau dipake buat berantem"
Aku: "Iya yah. Padahal kalau mengukir kenangan indah di sini. 10 tahun ke depan juga kayanya bakal masih tetep inget."
Dia: "Eh ngomong-ngomong. Aku gak suka siah sama komitmen"
Aku: "Wah serius? Aku juga. Give me high five!"

SFX: Trek

Kemudian dia menceritakan pengalaman relationship-nya,  aku ngasih tau alasanku kenapa gak suka komitmen.

Repeat.
_______

Apakah kita sependapat dalam segala hal? Pastinya ngga.

Banyak juga kok hal-hal yang kita gak sependapat. Malah menurutku, hari itu kita sering sekali terlibat debat-debat kecil yang kemudian diakhiri ketawa-ketawa lucu.

Tapi karena artikel ini udah kepanjangan, males ah nyeritain soal hal-hal yang debat-debatan. xixixi

Kesimpulan


Setelah katemu Risma, isi pikiranku berubah. Dari yang awalnya meet up hanya untuk katalisator biar sering dikirim PAP, sekarang aku respect sama dia sebagai perempuan. Udah masa bodo sama PAP baju ketek. Ngobrol dan mendengarkan keanehan jalan pikiran dia aja, udah bikin aku betah. 

HEY GILANG!! SEKARANG AKU UDAH GAK IRI!!

_____________

Wawasan dia yang luas dan segala keanehan yang ada pada dirinya, tak henti-hentinya membuat heran. Anehnya, menjadikanku lebih respect sama dia.

Ngobrol sama dia tuh kaya punya temen ngobrol yang klop banget. Yang humor sense-nya nyambung, yang bisa diajak ngomongin music, film, politics, trend and at the same time she is a kind of caring person.

__________

Aku berterima kasih pada Tuhan karena mempertemukanku dengannya, aku berterima kasih pada perusahaan IAC karena telah mengembangkan aplikasi tinder, aku berterima kasih pada Komunitas BeatBoys yang bikin acara super keren di gunung, aku juga ucapkan terima kasih pada Pure Saturday dan Don Lego yang membuat malam kami di Maribaya jadi sangat berkesan.

Dalam sepuluh tahun ke depan pun, kayanya malam itu tetap masih akan terpatri di ingatanku deh. xixixi

Ayo berdansa, kawan!

Sehabis dari Maribaya, aku nganterin Risma pulang ke rumahnya.

Kemudian saat aku sendirian dalam perjalanan otw ke kostan, aku menyadari satu hal:
Ketemu kenalan baru yang ngobrolnya nyambung adalah salah satu kenikmatan terbaik dalam sebuah kehidupan yang fana ini.
________
________
________
________






Untuk cerita personal lainnya, kamu bisa klik label PERSONAL LIFE di menu bar sebelah atas jika menggunakan desktop, atau widget labels di sebelah bawah artikel bila menggunakan mobile device.




4/24/2018

Nihon no Matsuri 11 day 2. Universitas Telkom, Bandung.


Seperti yang ku tuliskan di postingan sebelumnya, minggu lalu aku dateng ke festival jejepangan di UPI dan ITENAS, Bandung.

*tulisan warna merah bisa di-klik loh. Just in case kalau ada yang gak tau, warna merah itu menunjukan link ke URL lain. xixixi :) *

Ketagihan sama festival jejepangan, minggu ini pun aku dateng ke festival jejepangan lagi. Dua festival berturut-turut:
  1. Nakama One Piece di Metro Indah Mall, Bandung. [21 April 2018]
  2. Nihon no Matsuri 11 di Universitas Telkom, Bandung. [22 April 2018]
Yang paling terpatri adalah festival yang kedua, Nihon no Matsuri 11.

Hanya dtang di day 2

Berbeda dengen festival jejepangan yang pernah ku datangi sebelumnya, festival jejepangan di Universitas Telkom menurutku seru banget karena Main Stage-nya ada di outdoor. Karena outdoor jadi bisa leluasa keliling-keliling, gak gerah, gak mengeluarkan banyak keringat dan yang paling penting, sepanjang acara gak mencium bau bawang. huhu

Acara Nihon no Matsuri 11 keren banget, saking kerennya aku sekarang duduk di depan laptop kebingungan memikirkan bagaimana menyusun rangkaian kalimat yang tepat untuk bisa menggambarkan keseruan kemarin.

Sudah beberapa jam di depan laptop masih gak kepikiran mau nulis apa. Mungkin ini yang orang-orang bilang 'Writer's Block'.
__________

A few moment later, aku kepikiran:

Kan kemarin banyak foto-foto dan rekaman-rekaman, biasanya kepake untuk dokumentasi blog. 
Sekarang kenapa gak coba dibalik. Daripada foto-foto dan rekamannya jadi pelengkap tulisan di blog, kenapa gak rekaman dan fotonya aja yang jadi content utama. 
Tulisan gak perlu lagi
Kedengaran leh uga, kan?
_________

KESIMPULAN:

Saat menghadapi writer's block, jalan keluarnya bukan hanya memaksakan untuk nulis atau menunggu inspirasi.

Selain meruntuhkan halangan, kita juga bisa melalui jalan memutar untuk sampai ke tujuan.

Dengan kata lain, dari yang awalnya nulis jadi bergeser ke kegiatan di luar nulis.

Selama tujuanku tercapai (story telling & mengabadikan ingatan), why not?

_________

Vlog Rifal #01 Nihon no Matsuri 11 day 2.



Thank's for visit.
See you next post!





4/16/2018

Mengapa aing suka banget Jejepangan?


Tanggal 14 April 2018  itu libur nasional. Jatuh di hari sabtu. 

_______

Bila ada libur nasional, apalagi kalau liburnya hari jumat atau sabtu. Beberapa hari sebelumnya kita pasti suka bertanya ke diri sendiri “nanti long weekend enaknya ke mana ya?”

Menurutku, berdasarkan destinasi liburannya, there are two kinds of people:

Satu, golongan orang yang memilih pergi ke gunung untuk berfoto dengan background awan seputih kapas. *Wiih, pemburu fajar nih!

Dua, golongan orang yang memilih pergi ke pantai untuk berfoto dengan background perairan dangkal warna ijo-ijo relaxa. *Wiih, asupan vitamin sea nih!
Putih kapas
Ijo Relaxa


Sayangnya, gue bukan salah satu dari 2 golongan tersebut. Gue tipe ke tiga. huhu

Ketimbang putih kapas atau ijo relaxa, gue malah lebih takjub melihat gedung-gedung tinggi ibu kota dari jendela bus TransJakarta.

Kampungan banget yah aing? huhu

______

Sayangnya, melihat gedung-gedung pencakar langit daya magisnya akan semakin berkurang seiring semakin sering aku melihatnya. Makin lama yaa, makin 'b' aja gitu.

Untungnya buat gue, ada satu kegiatan yang punya efek merefresh otak dan menyegarkan pikiran. Mungkin sama halnya dengan 'putih kapas' dan 'ijo relexa' bagi kebanyakan orang. .

Kegiatan itu adalah……

NGEGIGS

_______

Selain nonton series Game of Thrones, nonton gigs adalah salah satu kegiatan yang membuat gue memilih untuk terus bertahan hidup hari demi hari. Seberapa bete pun kehidupan weekday, rencana ngegigs membuatku semangat bertahan hidup agar bisa bertemu weekend.

Gue pengen banget menghabiskan long weekend 14 April 2018 dengan ngegigs. Aku lantas mencari-cari ada event apa aja pada tanggal 14 April 2018. 

Aku buka IG, kucari. 

Aku buka twitter, kucari lagi. 

Aku buka FB, kucari lagi.

Unfortunately, aing gak nemu gigs tanggal segitu.

Bgst!
______

Bukannya gigs, aku malah menemukan event ginian:
14 April 2018

dan event ini
15 April 2018


__________

Sekarang pilihannya jadi ada 3. 

  1. Jadi akamsi, biar turis aja yang pada datang ke kota aing.
  2. Berburu background putih kapas atau ijo relaxa kaya orang-orang. 
  3. Datang  ke event jejepangan 2 hari berturut-turut. Ke japanzuki hari sabtu, ke clas:h di hari minggu.
_______

Hmmm.... Setelah dipikir-pikir, aku memutuskan memilih opsi 3.

Dateng ke event jejepangan 2 hari berturut-turut seems legit.

______

Karena event jejepangan berturut-turut di Bandung ini, aku menyimpulkan kalau banyak anak muda Bandung yang pada suka banget jejepangan.

Bandung, memang.

Ini baru satu kota loh, belum lagi anak muda di kota lain. 

Au tak bisa membayangkan berapa banyak anak muda Indonesia yang seneng jejepangan dan memilih menjalani jalan ninjanya hidupnya sebagai WOTA, OTAKU atau WIBU.

Pasti banyak banget. Goks!

______

Gue jadi kepikiran, kenapa kita (anak muda Indonesia) bisa suka banget dengan budaya bangsa lain?

Dalam hal ini, Jepang.

Pastinya alasan setiap orang suka jejepangan akan berbeda-beda. Aku gak akan mencoba jadi orang sotoy yang sok tau mengenai alasan orang lain menjalani hidupnya. 

Kenapa?

Soalnya di buku favorit yang pernah aku baca:
"You never really understand a person until you climb into his skin and walk around in it." 
– To Kill Mockingbird. Harper Lee, 1960 -
Dengan kata lain, aing gak akan bisa tau jalan pikiran orang lain sebelum bisa merasuk ke dalam kulitnya dan menjalani rutinitas dengan caranya.

Aku gak mau jadi orang sotoy yang sok menebak-nebak alasan kenapa orang lain suka banget jejepangan.

Atau jadi orang yang merendahkan generasi penerus bangsa karena menjalani masa muda dengan cara berbeda.

Atau jadi orang yang ngeremehin hobby orang lain.

I don’t wanna be that guy


"Jangan meremehkan hobi seseorang! Sekecil apapun, setidak bergunanya hobi itu menurutmu. Siapa tau itu adalah suatu pelarian untuk mengisi kekosongan hidup, atau bisa jadi hobi itu bikin dia lupa buat bunuh diri.
Kamu gak membiayain hidupnya aja, bacot." 
- Salah satu following-ku di twitter -
Aku males riset, buat nyari tau tweet itu mulainya dari akun siapa. Maafkan! huhu
____________

Karena hal tersebut, the biggest question-nya harus digeser. Bukan lagi......

"Kenapa orang-orang pada suka banget jejepangan?"

tapi menjadi.....

"Kenapa aing suka banget jejepangan?"

Tentunya melalui sudut pandang Gen Y. Karena aku belum lahir pas jejepangan hadir dengan kartun klasik kaya Kinikuman, Heidi atau game Dragon Quest.

Ingatanku terbatas, jadi gue akan urutkan berdasarkan tahun-tahun yang gue ingat betul. Yaitu dari 2014.

Berikut alasan-alasan kenapa aing suka jejepangan:


Alasan 1: 2014. MV One ok Rock di Breakout NET

Pada paruh pertama tahun 2014, saat itu gue lagi semester 6 kuliah. Jadwal kuliah kala itu kebanyakan dimulai pukul 7 pagi dan berakhir pukul 14. Jadi jam 15 gue udah leyeh-leyeh di kostan nonton Breakout.

Suatu hari, Breakout nayangin episode special bahas Band Jepang.

Dari sekian banyak band jepang yang diputer waktu itu, kebanyakan gak ada yang cukup berkesan. Cuma ada satu yang terpatri di ingatan gue: MV the Beginning dari One Ok Rock.
_________

Berbeda dengan band Jepang lainnya, dalam masing-masing lagu One Ok Rock, mereka menggunakan lyric bahasa Inggris lebih banyak ketimbang lyric bahasa jepang. 

And I was lyke "Anjir, aing ngerti liriknya. Keren banget bangsat, aing harus dengerin lagu mereka yang lain!"

Lalu aku cari lagu lain. Dari sekian banyak lagu One Ok Rock (selain the beginning), aku paling suka sama lagu 'Be the light' & 'Wherever  you are'.

Lagu 'wherever you are' rilisnya dari 2010, tapi gue baru tau di 2014.

Ngomong-ngomong soal lagu 'wherever you are', lagu itu pernah mewarnai kehidupan relationship-aku pas LDR gara-gara KKN.

Kalau mahasiswa LDR KKN zaman now.  Saat pacar bilang kangen, jawabnya "Jangan rindu! Berat. Biar aku saja".

Pas gue lagi jadi mahasiswa LDR KKN 2014. Saat pacar bilang kangen, jawabnya "Wherever you are, I'll always make you smile" *sambil nyanyi

Icikidaw.

Geli gak seeh?






Alasan 2: 2015. Anime Attack on Titan

Salah satu alasan kenapa orang ingin menulis blog, adalah karena ada banyak blog orang lain yang buaagus banget. Saking bagusnya, sampai ke level menginspirasi dan membuat pembacanya pengen buat blog juga.

Bagi gue, salah satu blog tersebut adalah movfreak.blogspot.com.

Pertengahan 2015. Aku membaca review tentang live action Attack on Titan.

Karena review dari Rasyid Harry tersebut, gue penasaran dengan versi anime dari Attack on Titan yang katanya punya atmosfir memikat.

Saat 2015 paruh kedua, gue sudah memasuki semester 9. Masuk masa-masa semi pengangguran. Nganggur sih, tapi kudu kerja. Kerjaannya.....nyekripsi. Cih

Bersama temen kamar sebalah (Rheza Herlambang), gue abisin 24 episode season 1 dari maghrib sampe subuh pas weekday.

Setelah nonton, "Bangsaaat, ini anime bagus banget!"

Kalau di film, Inception 2010.

Kalau di anime, Attack on Titan 2014.

Suatu kenikmatan nonton anime paling nikmat yang pernah aku rasakan. Sampai sekarang belum ada anime yang menyamai kenikmatanku nonton AoT season 1.
AoT S1

Alasan 3: 2016. List Top Anime di situs myanimelist.com.

Setelah merasakan kenikmatan luar biasa berkat kisah Eren, Armin dan Mikasa yang epic banget. Gue kepengen merasakan kenikmatan serupa.

Gimana caranya?

Untungnya ada situs ranking di mana-mana.

Kalau buat film, refer ke IMDB.com

Kalau buat anime, refer ke myanimelist.com

Gue tonton judul-judul di halaman Top Anime. Setelah menonton beberapa, aing suka banget sama Gintama & Steins;Gate.
Steins;Gate

Alasan 4: 2017. Album One Ok Rock Ambitions

Berbeda dengan album sebelumnya. Album kali ini rilis dengan 2 versi, versi original & versi international.

Aku lebih suka dengerin yang versi Internationalnya karna liriknya full inggris. 

Lagu favorit di album ini: 'we are', 'american girl', 'one way ticket'.

____

Tentunya di tahun ini pun aku masih belum namatin list top anime dari myanimelist.com.

Tahun 2017 aku suka Attack on Titan S2 & Re:Zero
Re:Zero. Rem x Subaru




Alasan 5: 2018. Following-ku di twittter banyak berinteraksi dengan member JKT48

Sejak tahun 2017, gue kembali ke khittah. Dari yang awalnya pengguna facebook aktif, berubah jadi pengguna twitter aktif, berubah lagi jadi pengguna path aktif, berubah jadi pengguna IG aktif, dan sekarang jadi pengguna twitter aktif lagi.

Hidup kadang suka gitu. Kita coba A, coba B, coba C, coba D sampai Z. Eh ujung-ujungnya kembali lagi ke C.

Bukan berarti D sampai Z tak berarti. Justru sebaliknya, berkat pernah nyoba D-Z, aku jadi tau bahwa C adalah yang terbaik. *tsaah

Temen yang masih aktif di twitter pernah bilang gini:

Syedap!

Kenapa dari berbagai medsos, gue lebih milih balikan sama twitter bukan fb atau path?

Sejauh pengalamanku di belantika persosial-mediaan, twitter paling terbaik dibanding social media lain karena: 
  1. Di twitter selebtweet lama masih aktif, selebtweet baru bermunculan.
  2. Jokes receh.
  3. Fitur reply yang bikin enak ngepoin ghibah terbaru.
  4. Batas karakter 240, bikin gak bosen baca.
Dari berbagai kelebihan itu, gue sekarang jadi lebih sering ngescroll twitter ketimbang socmed yang lain. Karena sering ngescroll, gue sering melihat tweet-tweet dari orang yang aku follow dong.

Dari tweet mereka, aku jadi tau bahwa orang-orang yang aku follow sering berinteraksi dengan member JKT48.

Sebelumnya aku hanya tau Melody, Veranda, Nabilah, Haruka, Cindy Gulla, Kinal, Shanju & Stella.

Sekarang aku tau bahwa, walau banyak pentolan terbaik udah pada graduate, JKT48 masih punya banyak stock member mbem. 

Dari member yang  nyisa, aku paling suka Citra, Viviona & Yupi..

Untuk orang-orang yang aku follow di twitter, aku ingin ucapkan......
Tulus - Monokrom

_______

Untuk kamu yang belum tau  Citra, Viviyona & Yupi. Ini foto mereka.
Citra
Viviyona

Favoritku,Yupi Mbem


Alasan 6: Dari kecil tumbuh dengan budaya Jejepangan

Inuyasha, Tsubasa, Naruto, One Piece, Saint Saiya, Lets and go, Digimon, Yu gi Oh, dan banyak judul anime lainnya telah menamani masa kecilku.

Bahkan aku pernah kepengen merasakan tumbuh besar di jepang, karena dari anime aku tau bahwa:

  1. Libur musim panas di Jepang lama banget
  2. Pas libur musim panas ada festival kembang api (hanabi). Ngajak gebetan, pake yukata, nonton kembang api bareng, terlihat begitu sweet di anime
  3. Ada Festival budaya, di anime fesbud-nya seru-seru
  4. Ada musim dingin
  5. Pas valentine's day, cewek yang ngasih coklat.
  6. dsb
Bahkan tanpa belajar pun aku jadi tau soal gambaran kehidupan di jepang gara-gara anime. 

Walau pas kecil, yang keliatan pasti yang bagus-bagusnya aja sih. 

Budaya kerja keras sampai banyak yang meninggal gara-gara kurang istirahat, masalah anak muda sana yang gak mau punya anak & angka bunuh diri yang tinggi. Itu taunya pas udah gede.


KESIMPULAN


Aku bukan seorang wibu. Dari banyak cosplay yang aku lihat kemarin, banyak yang aku gak tau kostum tersebut dari karakter anime apa.

Pas nonton JKT48, aku tak hafal chant lagu-lagu mereka.

Dari anime mainstream pun, banyak yang aku gak suka.

Dari semua anime yang episode-nya panjang misal, aku hanya suka banget sama Naruto.

One Piece, Bleach, Dragon Ball, Fairy Tail, Conan. Semuanya gak ada satu pun yang aku suka banget.
________
________
________
________

Mungkin di antara pembaca, ada yang ngomong gini dalem hati:

"Suka jejepangan kok ampe segitunya, daripada jejepangan mendingan.........."

______

Gini yah aku kasih tau:

Selain motif ekonomi & politik, percayalah bahwa konflik antar manusia kebanyakan berawal dari cara berpikir kaya gitu tuh.
______

Dulu pas semester 6 aku belajar mata kuliah statistik. Di mata kuliah itu dibahas bahwa ada 4 skala dalam pengukuran: nominal, ordinal, interval & rasio.

Aku akan bahas 2 yang pertama:

  1. Skala nominal adalah skala yang hanya membedakan, tidak memposisikan data satu lebih tinggi dari data lain
  2. Skala ordinal adalah skala yang membedakan sekaligus memberikan peringkat/tingkatan pada data.

Nah, masalahnya banyak orang yang menganggap sesuatu yang harusnya skala nominal, mereka anggap skala ordinal.

Dalam hobby misal.

Orang yang seneng nonton original series netflix merasa lebih mature ketimbang yang nonton anime

Orang yang jejepangan ngerasa lebih baik ketimbang orang yang kekoreaan.

Orang yang kekoreaan ngerasa dirinya lebih baik ketimbang orang yang nonton sinetron TV lokal.

Orang yang nonton sinetron TV lokal ngerasa dirinya paling baik karena mencintai produk dalam negeri.

dsb.
___________

Kita terbiasa merasa lebih tinggi dibanding yang lain, kita juga terbiasa merendahkan sesuatu yang berbeda.

Itu baru soal tontonan loh. Belum lagi kalau urusannya mengandung SARA.

Syedap!
__________

Jadi gitu netizen budiman, belajarlah dari statistik! Apa yang harusnya skala nominal, tetaplah jadi skala nominal. Gak perlu berpikir bahwa itu skala ordinal.

Dari buku favorit yang pernah aku baca:
"Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan" 
- Bumi Manusia, Pramoediya Ananta Toer.
_________

Aku akhiri artikel ini dengan:

"Jangan meremehkan hobi seseorang! Sekecil apapun, setidak bergunanya hobi itu menurutmu, siapa tau itu adalah suatu pelarian untuk mengisi kekosongan hidup, atau bisa jadi hobi itu bikin dia lupa buat bunuh diri.
Kamu gak membiayain hidupnya aja, bacot." 
____
____
____
____


Thanks for visit.
See you next post.


____________
____________
____________
____________
____________




Untuk cerita personal lainnya, kamu bisa klik label PERSONAL LIFE di menu bar sebelah atas jika menggunakan desktop, atau widget labels di sebelah bawah artikel bila menggunakan mobile device.


______

Dokumentasi:
Rem Re:Zero
Lady Ciel, Black Butlrt
Kagura MLBB

Eh salah
Ini nih yang bener.....
Yupi Mbem











5/24/2016

Jadi sarjana kok gini-gini amat ya Alloh.


Seperti yang telah gue tulis di beberapa postingan sebelumnya. Awal tahun 2016 adalah awal tahun yang paling teristimiwa buat gue, karena januari kemarin gue akhirnya DISIDANG dan April kemarin TERWISUDA. Horeeeee....!!!! Ekhm. Sorry! Sarjana.

Well, gue sempet shock pas awal-awal merasakan punya status sarjana. Percaya sama gue, nanti saat kalian merasakan jadi sarjana, semua beban hidup terasa menghilang, kumpul keluarga juga gak takut sama pertanyaan "kapan lulus?", sombong dan mencaci maki mahasiswa semester 2 digit yang semakin menua dan masih gitu-gitu aja, juga luar biasa menyenangkan. It feels awesome. Mungkin ini adalah bentuk kebahagian yang paling RAJANYA dibandingkan kebahagian-kebahagian yang lainnya. Bahagia dapet pacar cakep plus demplon plus sering pake celana gemes mah, gak ada apa-apanya jika dibandingkan bahagia saat udah dapet gelar sarjana. Sumpah!

Apalagi, bahagia cuma gara-gara di chat duluan sama gebetan. Meh, REMEH! *Anjing, sok banget aing.

Namun seperti yang Deadpool katakan, "kebahagiaan hanyalah sebuah comercial break didalam film horror bernama kehidupan." Waktu terus berjalan, hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, kebahagian menjadi serjana pun perlahan-lahan terkalahkan oleh waktu jua. Waktu memang bisa mengalahkan segalanya. SEGALANYA. *dicaps lock biar horror


Apalagi setelah gue diwisuda, kebahagian jadi sarjana menghilang seutuhnya. Kebahagiaan ini runtuh hanya karena sebuah kalimat tanya. Setelah pertanyaan-pertanyaan JAHANAM macam"kapan lulus?" dan "kapan nyusul?" yang telah sukses menoror gue dari semester 7 sampe semester 9. Sekarang muncul pertanyaan baru lagi.

 Yap, tepat sekali, pertanyaan jahanamnya adalah........ "kapan kerja?" 

Nyet, gak bisa liat gue bahagia bentaran napa?

Ok. Keep calm! I think I was an extraordinary people yang malah merasa tertantang saat dihadapkan pada permasalahan kehidupan. Gue merasa gue gak seperti kebanyakan orang yang cuma bisa males-malesan, menyalahkan keadaan, mengingat-ngingat keterbatasan dan berkeluh kesah soal permasalahan kehidupan. Bagi gue orang tipe kaya gini adalah orang yang; payah! CUPU ABIS,

Emang berapa Kilo Joule sih usaha yang kalian keluarkan buat mikirin solusi  doang hah? Dasar. LEMAH. *Anjing, sok banget aing

-----------------------------------

Kalau gak salah April kemarin gue diwisuda hari rabu, entah tanggal berapa gue lupa lagi. Menurut gue, lebih pentingan inget tanggal anniversary kita kemana-mana, daripada inget tanggal wisuda aja. Sumpah! Inget tanggal wisuda mah, cuma bakal buang-buang kapasitas otak gue aja. Sayang kan, nanti kapasitas otak aku buat mikirin kamu jadi berkurang. *Anjing, minjijikan. Mbwulee

Oke, intinya gue diwisuda hari rabu.

Setelah dapet ijazah pas diwisuda hari rabu. Tak perlu nunggu lama, hari sabtunya gue berangkat ke Jatinangor. Bukan! Bukan pengen kuliah lagi ke UNPAD untuk menunaikan penasaran gue gak keterima saat SNMPTN 2011 dulu. Bukan untuk itu kok mialoh! Gue ke UNPAD nangor seperti para wisudawan-wisudawan newbea lainnya, kita jauh-jauh kesana untuk mengemis sebuah pekerjaan. MENGEMIS. *Sengaja dicaps lock biar kalian kasihan

 Edan, I'm a fulltime jobseeker now.

Yang bikin gue semangat kesana adalah, tak lain dan tak bukan karena ada dua perusahaan idaman inceran gue yang gak ada angin gak ada ujan, gak ada badai katrina juga. Dengan tumben-tumbenannya ikutan job fair. Oke, ini adalah sebuah anomali, jarang sekali terjadi, mungkin hanya 76 tahun sekali seperti komet Halley. Jadi apapun hambatannya, gue harus bela-belain kesana. HARUS!. WAJIP ini mah.

Dua perusahaan yang gue maksud adalah BUMN paling keren di negara kita Indonesia tercinta; PT K*I dan P*RTAM*NA. Gokil gak tuh?

Dan yang paling penting dari itu semua, banyak banget posisi yang syaratnya "any major and any field from reputable university can apply." Yap, mereka menerima freshgraduated semua jurusan. PT K*I and P*RT*MINA, You are the real MVP!



Kenapa gue ngotot pengen kerja di PT K*I dan P*RTAM*NA?

Tanpa bermaksud narsis dan mengagung-agungkan kampus UPI, menurut gue "seorang sarjana yang lulus dari perguruan tinggi negeri, harus bisa dapet kerja di perusahaan berskala nasional." Bukan apa-apa, tapi ada nama besar kampus yang dipertaruhkan. Kalau dulu selama kita menjadi mahasiswa, mungkin gak pernah sekalipun menyumbangkan prestasi untuk kampus tercinta. Minimal setelah jadi alumni kita membawa nama kampus PTN kita menjadi terlihat KEREN di lingkungan para pekerja. Singkat kata "ada nama besar yang harus kita jaga." Beban banget, kan? Yaudah, mending berhenti kuliah. Langung nikah aja!


Paragraf diatas tidak bermaksud mengsubordinatkan alumni kampus swasta. Bagi gue, kalian punya beban yang sama beratnya kok. No offense! Ok.

----------------------

Kembali lagi ke perjalanan epic  nangor yang mahadahsyat, yang saking epicnya bisa mengalahkan 3 film bosenin tentang perjalanan 2 orang CEBOL ke gunung MORDOR buat musnahin satu cincin doang.

Singkat cerita, gue udah sampai di Nangor. Gue langsung clengak-clenguk mencari tempat dimana stand dua perusahaan idaman gue ini berada.  "Oh mereka disana!" Gue langsung merasa takjub melahat stand mereka yang lebih mewah daripada stand-stand perusahan lainnya. Stand mereka memakan tempat lebih luas, dekorasi lebih keren dan orang yang jaga stand lebih banyak personilnya. Bahkan security berpakaian satpam pun ikut dibawa-bawa. Usut punya usut, mereka berdua adalah perusahaan platinum di Job Fair ini. BNI, BJB, Allianz dan Podomoro Land cuma jadi perusahaan gold saat itu. Sisanya? Entahlah, gue gak minat juga. *Anjing, sok banget aing.

Gue buka jaket, menyisakan kemeja rapih ditambah dasi hitam, dengan celana bahan ketat yang membuat biji gue mengkerut kesakitan. Pokoknya, gue merasa penampilan gue saat itu, sudah terlihat seperti eksekutif muda, kaya raya, dan bentar lagi nikah muda. Oh iya, nikahnya sama model victoria's secret juga. Gue disana menjelma jadi orang yang keren banget pokoknya. Beruntunglah bagi kalian semaua yang dateng ke Job fair UNPAD hari sabtu, kalian bisa melihat penampilan gue sekeren ini. Jarang kan, kalian liat cowok ganteng khas BANDUNG KOTA di belantara hutan-hutan dan sela-sela bambu di Jatinangor, Nangor kan hanya kota SUB-URBAN aja. Ya kan? *Anjing, sok banget aing

Setelah sedikit bersolek membuat jambul lebih rapih, gue perlahan-lahan nyamperin satpam yang jaga stand PT K*I. 

"Pak,  saya mau daftar sebagai posisi *******" *gue lupa posisinya apa, sumpah! MAAP yak.

"Baik, boleh saya lihat dulu berkas berkasnya?" Kata pria kekar, berwajah seadanya.

Gue pun mengeluarkan map coklat bertali puter-puter dari dalam tas gue. Lalu gue serahin ke orang yang kaya preman pensiun dini dihadapan gue itu.

"Nih pak!" kata gue

Dia terima map pemberian gue, lalu dia puter-puter tali coklatnya.

"7 puteran aja pak, biar syariah" kata gue. Eh boong deng. Never Mind!

Lalu orang kekar berwajah seadanya ini mengeluarkan keseluruhan kertas-kertas dalam map tadi. Gue percaya diri dong yah, mengingat didalamnya ada foto 4x6, ijazah, transkrip, application latter, CV, resume, sertifikat TOEFL dan sertifikat-sertifikat lainnya yang gue lupa lagi dapetnya dari mana. Gue senyam-senyum PD karena gue merasa segala persyaratan pemberkasan sudah ada semua dalam map itu. DILENGKAPI tah ku aing.

Setelah dia bolak-balik halaman-halaman tadi, selanjutnya dia berkata...................

"Maaf dek,  gabisa. PT K*I gak menerima SARJANA PENDIDIKAN" 

*JLEB

ANJING!

TAIK KUCING!

NYET!

FUCK !

ASSHOLE!

MOTHERFUCKER!

FOR THE GOD SAKE!

JESUS CHRIST! *gue sebenernya muslim sih, ini cuma dramatisir aja biar lebih kebarat-baratan.

--------------------------------

Hey satpam K*I, maneh mah gak tau aja. Aing telah menghabiskan 4,5 tahun waktu hidup aing di dunia cuma demi mendapat gelar sarjana pendidikan eta. Maneh mah gak tau aja, 9 semester masa muda aing telah terbuang di belantika perkuliahan dan perkampusan dami gelar sarjana pendidikan eta.

ANJING!

Jika tau akhirnya akan seperti ini, Harusnya saar gue muda dulu (umur 18-21), masa-masa keemasan itu akan gue habiskan untuk party-partyan all day all night di LEGIAN. Atau kalau orang tua gue lagi baek, gue berangkat ke IBIZA aja sekalian. 

Setelah 4,5 tahun masa-masa yang kaya taik anjing, masa-masa dimana harus mempelajari mata kuliah dasar pendidikan (MKDP) yang teramat sangat membosankan. Here I am. Lihat gue sekarang, gue ditolak. Gue orang GAGAL. :( 

Malah lebih parah, karena gue bukan gagal pas psikotes, bukan gagal pas interview atau gagal pas tes kesehatan. Gue gagal dalam PEMBERKASAN.

HINA BANGET ANJING.

NYET, BABI.

Sia-sia aing sarjana.

---------------------------------------------

Oke, udahan dulu marah-marahnya. Gue sekarang cuma mau berbagi aja kepada kalian semua para pembaca yang mungkin ada diantaranya yang masih dedek-dedek mahasiswa. Bahwa kalau nanti kamu ketemu orang bilang gini "Dengan ijazah sarjana, itu adalah kapal yang akan membawa kalian ke banyak sesi wawancara." Itu kalimat DUSTA aka LIE aka BULLSHIT aka TAI BABI. Jangan percaya, oke!

Untuk beberapa jurusan/prodi tertentu, ijazah sarjana kalian malah menghalangi kalian untuk mendapatkan pekerjaan impian. Biar para dedek-dedek mahasiswa yang baca postingan ini suatu saat nanti gak merasakan ke-HINA-an yang telah senior kalian alami ini, berikut adalah daftar jurusan/prodi yang pilihan pekerjaannya gak sebanyak yang kalian bayangkan. Check this out!

  1. Pendidikan
  2. Kesehatan
  3. Filsafat
  4. Arkeologi
  5. Sastra

Gue ingetnya lima aja sih, sebenarnnya ada banyak. 

Jadi, buat kalian semua yang sekarang sedang berstatus mahasiswa yang jurusan kuliahnya termasuk kategori diatas, SELAMAT! Pilihan pekerjaan kalian nanti, akan sangat LIMITED.

MAMAM!

Yaudah, kata aku mah mendingan berhenti kuliah.  Langsung nikah aja!


-----------------------------

Seperti yang telah gue bilang di paragraf entah yang mana, gue adalah extraordinary people yang tak akan menyarah oleh cobaan kehidupan. Setelah merasa hina akan diri sendiri yang cuma SARJANA PENDIDIKAN ini, gue lantas mencari alternatif lain. Gue masih tetep memegang teguh prinsip "lulusan PTN harus kerja di persusahaan nasional". Panceg dina galur kata orang sunda metal mah.

Gue menjatuhkan pilihan gue kepada dua macam dunia pekerjaan, yaitu PERBANKAN dan BROADCASTING. Kenapa? Soalnya kedua bidang ini menerima freshgraduated semua jurusan, dan kebanyakan adalah perusahaan berskala nasional juga. Cuman minusnya, biasanya usia pelamar dibatasi max 25 tahun. Jadi gue hanya punya 3 tahun lagi untuk masuk ke salah satu bidang ini. Mepet abis! Jadi Excited.

Ngemeng-ngemeng soal broadcasting, sabtu kemarin 21 Mei 2016 gue ikutan psikotest BDP TRANS MEDIA. Dan seperti yang gue duga sebelumnya, gue adalah seorang anak muda yang diberkahi otak jenius, wajah ganteng, jago inggris, berpengetahuan luas dan kehidupan sosial yang gahol abis. *Gak juga si. 

Singkat cerita, semua tahapan psikotest yang cuma makan waktu satu setengah jam telah gue tunaikan. Hasilnya? gue dinyatakan lulus tes psikotes, pengetahuan umum, dan bahasa inggris. Gue menjadi salah satu dari 880 orang terpilih dari 6.000 an orang pendaftar dari Bandung. Edan kan? Iya kan? Iyain aja lah biar cepet!

Hari Minggu besoknya, gue interview HRD dan interview user secara bergiliran. Gue merasa pede sih saat interview HRD. Soalnya cara bertanya tetehnya ramah banget, orangnya cakep pula, juga pertanyaannya template banget. Pertannyan template tuh maksudnya kaya "Kenapa kamu sarjana pendidikan. ingin kerja di broadcasting?" atau "kenapa melamar posisi ini?" atau "kamu memang siap dengan konsekuensi blah blah blah blah?" Pokoknya, pertanyaan model ginian udah ketebak dan disiapin jawabannya saat gue nunggu giliran masuk ruangan. Tenang. Teteh cantik HRD pun senyum-senyum tipis dan sesekali mengangkat jempol untuk setiap jawaban yang gue lontarkan. Manis banget senyumnya, sumpah!

Oke, sekarang gue nemu satu alasan lain kenapa harus kerja di broadcasting. Sumpah gue heran, dari awal gue dateng bertemu teteh-teteh pemeriksa berkas, lalu bertemu teteh-teteh yang jagain antrian, lalu teteh yang ngenterin rombongan gue ke ruangan, sampe teteh yang ngeinterview gue sekarang, gue menemukan sebuah kesaman. Mereka semua cakep. Sumpah!

Padahal pekerjaan di broadcasting gak ada syarat harus BERPENAMPILAN MENARIK (exept: reporter, anchor, Floor Director). Tetapi kok dari mulai periksa berkas sampai dengan sesi wawancara ini, gue selalu bertemu dengan para bidadari-bidadari berwajah surgawi. Mari melakukan perhitungan, ini adalah event recruitment Bandung yang palingan hanya membawa 20% karyawan trans, sedangkan 80% nya pasti sedang kerja di Jakarta atau liputan di kota-kota lainnya. Lalu, bila sekarang gue bertemu belasan cewek secantik mereka, gimana nanti di MAMPANG sana. Mungkin bisa puluhan atau bahkan ratusan. Waw!

Ya Alloh, biarkanlah A'im sekantor sama mereka!

----------------------------

Lanjut tahap selanjutnya.

Pas wawancara user, keadaan berbeda. User gak secantik seramah HRD diruangan sebelumnya. User menggunakan kalimat-kalimat yang menunjukan senioritas. Mungkin untuk melihat mental para calon bawahan gitu biar bisa ngebedain mana calon bawahan yang cengeng, mana calon bawahan yang asik. Gak tau juga sih, sotoy aja ini mah.

Katanya akhir bulan MEI nanti akan ada pengumumannya. Doakan aku yah para pembaca sekalian. Semoga nanti bisa cuti dari dunia pengangguran,  lalu berseragam hitam-hitam dan migrasi ke daerah MAMPANG. 

Kalau berhasil keterima, gue akan post tentang tips bisa lolos recruitment TRANS MEDIA. Asal ada yang ngingetin aja.

Oh iya lupa.

Teruntuk kampusku UPI tercinta


"BERSABARLAH SEBENTAR LAGI YAH! SEBENTAR LAGI AKU AKAN MENGHARUMKAN NAMAMU"

"DISANA, DI BELANTARA IBU KOTA"


----------------------------------------------------------------------------------------------------


P.S: Gue adakan kuis untuk pertama kalinya. Jadi buat kalian yang ingin ikutan, hitunglah berapa banyak "Anjing, sok banget aing" dalam postingan rifalnurkholiq.com kali ini. Lalu tulis di comment dibawah beserta akun twitter dan instagram kalian. 12 Pemenang beruntung, akan mendapatkan foto gue berseragam hitam-hitam.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

BTW, kuisnya bohongan.

Enak gak dibego-begoin?

MAMAM!


Anjing, sok banget aing