4/02/2016

Pertanyaan dan Jawaban saat Interview Kerja

TAHAP 1 SIKAP SAAT INTERVIEW

Tahap Interview adalah tahap paling menentukan dari rangkaian Tes Seleksi yang dilakuka perusahaan,  namun sayangnya, banyak yang gagal di tahap ini karena kesalahan-kesalahan kecil yang menurut User (pewawancara)  adalah fatal, misal kurang pengetahuan, atau sikap yang buruk.

Salah satu kesalahan pelamar saat interview yang sering gak disadari namun bisa fatal adalah BAHASA TUBUH. 

Buat para pelamar, mungkin tips ini gak penting. tapi buat HR, Bahasa Tubuh akan sangat penting diperhatikan karena jadi penilaian tersendiri.

Beberapa bahasa tubuh yang mengganggu :
  1. Tertawa terbahak-bahak (tanda kurang sopan)
  2. Meminta pengulangan pertanyaan berkali kali (tanda kurang fokus)
  3. Tidak melihat mata lawan bicara (tanda sulit adaptasi/kurang PD)
  4. Badan Membungkuk/ Kepala Menunduk (tanda kurang PD)
  5. Memajukan/mencondongkan badan ( tanda menantang)
  6. Menggerak-gerakkan benda/tangan (tanda mudah cemas)
  7. Bola mata sering melihat ke arah kanan atas (tanda berbohong)
  8. tangan di pangku (tanda sombong)
  9. menjawab pelan, singkat dan lambat (tanda kurang semangat)
  10. Pegangan tangan saat salaman lemah ( tanda kurang PD)
  11. Memainkan hidung (tanda berbohong)
  12. Pakaian kusut (tanda teledor)
  13. Nada bicara tinggi (tanda mudah emosi)
  14. Jawaban cenderung Menggebu-gebu tapi kemudian pelan di tengah-tengah (tanda semangatnya cuma diawal)
  15. Mata sayu (tanda pemalas/mudah sakit)

TAHAP 2 TANYA JAWAB

1. Tolong ceritakan mengenai diri anda ?
Jika mendapat pertanyaan seperti ini, jawablah dengan rumus: Present-Past-Future. Jadi anda perlu menceritakan mengenai anda saat ini, lalu apa yang anda lakukan di masa lalu, dan apa rencana anda setelah diterima nantinya.

2. Mengapa anda memutuskan untuk resign dari pekerjaan terdahulu?
“Saya mencari kesempatan yang lebih baik sekaligus mengembangkan keahlian saya.”

3. Apa kekuatan terbesarmu?
“Saya belajar dengan cepat dan bisa bekerja dengan baik di dalam team.”

4. Bagaimana latar belakang pendidikan telah mendukung karir anda?
“Pendidikan saya tidak hanya fokus pada teori saja, tapi juga praktek-praktek yang bisa diterapkan berdasarkan teori-teori tersebut.”

5. Mengapa kami harus menerima anda?
“Jika saya diterima, itu akan menjadi kesempatan berharga untuk menunjukkan keahlian saya. Apapun tantangannya, saya akan memastikan saya akan bisa menaklukkannya sesuai dengan waktu yang ditentukan.”

6. Pernahkah anda mengalami konflik dengan atasanmu?
“Pernah. Seringkali memang ada ketidaksetujuan yang perlu diselesaikan. Saya menyadari bahwa konflik akan membantu saya untuk memahami perspektif orang lain. Dengan sedikit kesabaran dan waktu, saya akan mendengar sudut pandang mereka dan mengajukan solusi yang menguntungkan untuk kedua belah pihak.”

7. Apakah anda merasa sudah sukses?
“Ya. Saya merasa sukses ketika ingat kalau saya banyak dikelilingi orang-orang baik. Mereka adalah keluarga, sahabat atau kolega yang sudah menemani perjalanan hidup saya sampai sejauh ini.”

8. Seandainya anda diterima, kira-kira sampai kapan anda mau bekerja di perusahaan ini?
“Sepanjang saya merasa tertantang secara profesional.”

9. Apa yang anda tidak suka dari kolega anda?
“Saya percaya team work. Kalau ada yang membuat saya tidak suka, saya akan menghindarinya, kecuali itu mengganggu saya secara pribadi.”

10. Bagaimana cara anda bekerja di bawah tekanan?
“Tetap tenang. Saya pikir yang akan membantu saya di situasi seperti itu adalah kesabaran dan juga kemampuan untuk multi tasking.”

11. Bagaimana anda melihat diri anda dalam lima tahun ke depan?
“Saya melihat diri saya menduduki jabatan senior, mengelola portfolio penting di perusahaan ini.”

12. Apa yang anda harapkan dari pekerjaan ini?
“Saya bisa berkembang secara profesional dan memiliki masa depan yang cerah.”

13. Apa kelemahan terbesarmu?
“Saya hanya bisa konsentrasi untuk satu hal pada satu waktu.”

14. Selain di perusahaan kami, di perusahaan mana lagi anda mengikuti interview?
Jika mendapat pertanyaan seperti ini, artinya interviewer tertarik untuk menerima anda dan ingin mengetahui “kompetisi” untuk mendapatkan anda.
Contoh jawaban: “Saya telah melamar di beberapa perusahaan IT dimana saya dapat menggunakan keahlian saya untuk menganalisis kebutuhan klien untuk menemukan solusi bagi masalah teknologi yang mereka hadapi.”

15. Apakah anda pertanyaan untuk kami?
Kapan saya bisa mulai bergabung?

3/02/2016

Review Anonymous Ads: Situs Alternatif Adsense! Juga cara daftarnya



Pernah dengar tentang bitcoin?
Berbeda halnya dengan situs iklan yang lain yang membayar via paypal, payza atau webmoney. Anonymous ads membayar para publisher (blogger) dengan bitcoin. Untuk lebih jelasnya tentang bitcoin, baca postingan saya tentang bitcoin disini.

Mungkin sebagian dari kamu yang masih awam tentang bitcoin akan merasa panik dan gak mau coba-coba. Tenang, anonymous ads ini terbukti membayar, dan minimal payoutnya pun adalah payout minimal paling kecil menurut saya. Terbukti 0,0001 bitcoin telah dicairkan otomatis ke wallet di vip.bitcoin.co.id milik saya. Kalau dirupiahkan pada saat ini, yaitu 2 Maret 2016 pukul 14.00 berarti sekitar Rp. 572,7. Dengan kata lain cuma gope gan, maratus perak bisa withdraw. Gokil gak tuh.
Berbeda halnya dengan kebanyakan situs iklan lain yang minimal payoutnya harus mencapai $100 terlebih dahulu. Capek nunggu touchdownnya.

Ada dua pendapatan yang akan kita dapat dari situs Anonymous Ads. Pertama A-ads akan membayar setiap tampilan iklan di blog/ website anda, atau istilah lain Cost Per Impressions. Kedua A-ads juga akan membayar dengan sistem Pay Per Clik. Semakin banyak tampilan blog/website kita, semakin besar kesempatan kita mengumpulkan bitcoin.Lebih banyak lagi kalau ada yang klik.

Berikut saya berikan cara daftar dan memasang iklan dari Anonymous Ads di blog atau website :

1. Silahkan menuju Anonymous Ads, hanya isi username dan e-mail saja. Protect user privacy banget pokoknya


2. Earn >> "Site" for blogger and "App" for mobile development



Dalam, hal ini saya asumsikan kalian yang baca adalah blogger yah. Lanjut!

3. Bagian Filter content, ceklis semua biar tarif makin tinggi



4. Set withdraw parameters (isi dengan alamat wallet/ dompet bitcoin)  >> CREATE AD UNIT



Wallet bebas, mau bikin blockchain sendiri, atau freebitco.in atau vip.bitcoin juga bisa. Kata gue sih mending VIP biar bisa segera dirupiahin, jaga-jaga kalau bitcoin tiba-tiba anjlok. 

Untuk Withdrawal threshold biarkan kosong saja.


5. Copy code HTMLnya di gadget blog anda



Poin :
Warna merah mewakili alamat refferal kamu, kamu akan mendapat komisi jika kamu berhasil mengajak teman untuk join di anonymous adds.


6. I saved access data 


7. Jadi sudah , tinggal ongkang-ongkang nunggu hasil



Enaknya pakai A-ads, kita tinggal diemin aja gak usah banyak dipantau. Nanti juga tau-tau udah withdraw otomatis. Tau-tau wallet kita di vip.bitcoin.co.id nambah deh. Lumayan buat modal trading. hahahaa

WARNING!!

Jangan lupa untuk segera menaruh code HTML iklan tersebut di blog anda, karena apabila dalam waktu 1 x 24 jam, kode HTML tersebut tidak dipasang di blog yang anda daftarkan tadi, maka anda akan batal jadi publisher Anonymous Ads.

Semoga saja bitcoin gratisan kita semua cepat terkumpul.

Thanks for visit! See you next post.

2/26/2016

KOLOTIBABLO: penghasilan 2$/hari. Payout bisa pake bitcoin

KOLOTIBABLO atau sering disebut KOLO merupakan perusahan captcha yang bakal membayar membernya bila ngetik captcha yang disediakan dengan benar. Biar tambah percaya ane kasih link Facebook KOLOTIBABLO DIMARI

Bayaran disitus ini lumayan, klo ratenya lagi bagus sma ngetiknya niat bisa sampek 2$/hari, tpi sejauh ane nglakuin kerjaan ini paling bnter cman 1.5$/hari, dapet 2$/ hari baru 2 kali. Lumayan lah klo dijadikan bitcoin bisa buat modal tradingan. Dan minimal payoutnya cman 1$ dan untuk bitcoin paymentnya instant(langsung dikirim) . klo sehari bisa 1$ tiap hari bisa payout dong. haha

Diantara perusahaan captcha yang ada ane paling saranin KOLOTIBABLO soalnya waktu yang disediakan kolotibablo lumayan panjang, bahkan bisa ane bilang gak ada waktunya soalnya asal kalian mencet keyboard terus2an bar waktunya bakalan nambah, tapi klo kalian kelamaan gak mencet tu keyboard bar waktunya bakalan habis.
langsung aja ke TKP.

Pertama langsung daftar DIMARI (santai ini bukan refferal, di KOLO gk ada sistem refferal )

[​IMG] 

Isi username dan email yang akan digunakan. Setalah itu langsung masuk ke akun email yang tdi di gunakan, buka email dari KOLO untuk konfrimasi.

Langsung login dan kalian bisa langsung menghasilkan bitcoin tiap hari setiap hari sambil nunggu time limitnya faucet. hehe

Bukti payout dari KOLOTIBABLO ke bitcoin....

[​IMG]

Sekian dari saya, klo ada tulisan kurang enak maklum lah baru berlajar. haha
Klo mau tanya tanya silahkan.

TERIMA KASIH

2/25/2016

Download ebook Jalan Ketiga: The Third Way by Anthony Giddens


 
Buku ini terbit pada tahun 1999, buku ini berisi teoritisasi yang menggemparkan dunia intelektual maupun politisasi yang ditulis oleh Anthony Giddens, seorang tokoh ke-12 paling berpengaruh dalam tahun 1999 dalam dunia pendidikan, di bawah PM Tony Blair dan menteri Pendidikan dan Pekerjaan David Blunkett. Giddens dituduh pengikut golongan “kanan” dengan ungkapan dia bahwa sosialisme sudah mati, namun dia juga mengungkapkan bahwa neoliberal atau New Right tak mungkin melanjutkan programnya. Secara gamblang Ia mengkritik program ekonomi Partai Konservatif yang bernaung di bawah “Thatcherisme”. 
 
Sejumlah orang buku ini dianggap sebagai jalan keluar dari konflik antara sosialisme dan kapitalisme, yaitu paham yang menonjolkan negara dan paham yang mengagungkan pasar. Buku ini memang berusaha untuk keluar dari konflik tersebut diatas, tetapi berakar dalam visinya utopian realism seperti diuraikan di atas.
 
Memang patut bagi kaum sosialis selalu mengharap untuk dihapusnya pemilikan hak-hak pribadi, menghilangkan pertentangan kelas dan peningkatan jaminan sosial karena mereka selalu diharapkan dengan tindakan-tindakan refresif kaum kapitalis (kanan). namun tak dapat dipungkiri bahwa sebagian apa yang pernah dilakukan oleh akum kapitalis telah menghasilkan sesuatu yang berarti bagi dunia. Hanya karena rasa kesewenangan yang membuat kaum sosialis terus menghujat kaum kapitalis. Konflik panas ini kemudian melahirkan pemikiran-pemikiran baru yang berusaha memberikan kontribusi terbaik bagi dunia. Anthony Giddens adalah sang pencetus “jalan ketiga” ditengah maraknya perdebatan antara dua golongan tersebut diatas.

Terdapat beberapa hal yang membedakan “jalan ketiga” dari alur politik lainnya adalah jala ketiga mencoba mencari sebuah hubungan yang baru antara individu dengan masyarakat. Ini merupaka definisi ulang dari hak dan kewajiban. Perhatian utama “jalan ketiga” adalah keadilan sosial, mendorong ketertiban sosial yang inklusif dan membangun sebuah masyarakat madani yang aktif dimana kelompok-kelompok masyarakat dan negara saling kerjasama sebagai mitra. Buku ini berupaya menghidupkan kembali budaya madani, mengusahakan sinergi antara sektor publik dengan sektor swasta, memanfaatkan dinamika pasar sambil tetap selalu memikirkan kepentingan umum. Dengan kata lain politik “jalan ketiga” adalah representasi dari pembaharuan demokrasi sosial dengan tujuan membantu masyarakat berunding dengan revolusi-revolusi zaman globalisasi, perubahan mendasar dalam kehidupan pribadi dan lembaga, serta dalam hubungan manusia dengan alam. Ciri dasar dari kontrak sosial baru yang dipelopori oleh "jalan ketiga" adalah "tak ada hak tanpa tanggung jawab".
 
Giddens masih percaya bahwa negara atas dasar demokrasi merupakan pilihan terbaik yang ada sekarang, juga percaya bahwa negara harus memainkan peranan dalam masyarakat. Ia menempatkan negara sebagai partner masyarakat. Negara dan masyarakat tidak beroposisi, masing-masing memainkan perannya yang saling menunjang dan saling mengisi. Dalam bentuk program, Giddens merinci sebagai berikut: the radical centre, the new democratic state, active civil society, the democratic family, the new mixed economy, equality as inclusion, positive welfare state, the social investment state, the cosmopolitan nation, cosmopolitan democraticy.
 
Buku ini tidak sejalan dengan teori Marxisme yang mempunyai ciri-ciri khiliastik dan mesianik. Menurut Giddens, teori Marxisme sudah tidak dapat dipakai pada zaman sekarang ini. Teori Marxisme hanya berhasil pada zaman yang stabil, belum ada globalisasi dan detradisionalisasi. Kalau seratus tahun yang lalu Marx, Lenin dan Mao, masih mengangan-angankan mampu mengontrol sejarah masa depan. Begitu pula halnya dengan gerakan radikal oleh kaum fundamentalis (agama, etnis, gender, nasionalis) yang ingin melindungi tradisi dengan cara-cara tradisional. Menurut Giddens, fundamentalisme tidak mempunyai masa depan karena mereka menoleh ke masa lalu sedangkan zaman sekarang segalanya melesat dengan cepat tak terkendali melindas tradisi. Suatu saat nanti, Fundamentalisme melahirkan pertentangan dan kekerasan atau dapat dikenal dengan istilah “vicious circle of animosity and venom”.
 
Jalan ketiga bukanlah sebuah istilah baru yang diciptakan oleh Giddens. Yang baru pada Giddens adalah bahwa ia menempatkannya dalam sebuah konteks pengamatan yang sama sekali baru. Misalnya, orang cenderung untuk memikirkan “jalan ketiga” ini sebagai pilihan ketiga antara sosialisme dan kapitalisme, atau antara intervensi negara dan pasar bebas. Perdebatan yang sudah berumur seratus tahun ini tidak lagi mungkin dipahami pada masa sekarang karena eksperimen sosialisme yang pernah ada dalam sejarah manusia, komunisme, mengalami kegagalan total bersamaan dengan bubarnya Uni Soviet pada 1991. Maka, perdebatan “kanan” dan “kiri” cenderung menjadi artifisial.
 
Giddens menolak tafsiran yang dikemukakan oleh pemikir-pemikir yang masih dikuasai oleh proyek “Enlightenment”. Ia mengkritik materialisme historis yang dikembangkan oleh Karl Marx sebagai tidak realistis. Marx terlalu optimis dalam melihat sejarah sekalipun Marx telah dengan hati-hati menambahkan unsur perjuangan didalamnya. Tetapi Giddens juga mengkritik Saint-Simon karena alasan yang hampir sama. 
 
Para penganut teori “industrial society” yang diawali oleh tokoh ini juga dinilai terlalu optimis mengaharapkan kedatangannya masyarakat industri bagaikan gelombang pasang yang melenyapkan “masyarakat tradisional”. Bersamaan dengan ini semua, Giddens menolak sosiologi marxis maupun sosiologis Parsonian, yang dilelompokkan dalam structural-functionalism.
 
Asal-usul sosialisme berkaitan erat dengan perkembangan awal masyarakat industrial, pada suatu suatu masa antara pertengahan dan akhir abad kedelapan belas. Demikian pula halnya dengan lawan utamanya, konservatisme, yang dibentuk sebagai reaksi atas revolusi Perancis. Sosialisme bermula sebagai kumpulan pemikiran yang menentang individualisme. Perhatiannya pada upaya pengembangan kritik terhadap kalpitalisme. Perhatiannya pada upaya pengembangan kritik terhadap kepitalisme baru muncul sesudahnya. Sebelum memiliki arti yanga maat spesifik dengan bangkitnya Uni soviet, komunisme bertumpang tindih denagn sosialisme dan masing-masing berupaya mempertahankan keyakinan mereka bahwa yang penting dan mestinya didahulukan adalah perkara-perkara sosial atau komunal, dan bukan perkara-perkara individual.
 
Demokrasi sosial adalah istilah yang bahkan lebih luas dan lebih ambigu. Maksudnya adalah partai-partai dan kelompok-kelompok kiri reformis lainnya, termasuk Partai Buruh Inggris. Pada awal periode pascaperang, kaum Demokrat Sosial dari banyak negara berbagi perspektif yang serupa. Inilah yang Giddens rujuk sebagai demokrasi gaya laam atau demokrasi sosial klasik. Sejak tahun 1980-an, sebagai respons atas munculnya neoliberalisme dan masalah-masalah sosialisme, kaum demokrat sosial di berbagai tempat mulai memisahkan diri dari sudut pandang demokrasi sosial klasik ini.
 
Neoliberalisme tampaknya telah mencpai keberhasilan di seluruh penjara dunia. sementara itu, demokrasi sosial berada dalam gejolak ideologis. Dan apabila lima puluh tahun yang lampau setiap orang adalah perencana. Ini merupakan kebalikan yang penting, sebab selama setidaknya satu abad kaum sosialis menganggap diri mereka penentu arah sejarah.
 
Partai-partai demokrasi sosial di Eropa dan ditempat lainnya sangat menyadari tentang isu-isu ini, dan setidaknya sejak awal tahun 1980-an telah secara aktif menanggapinya . desakan intuk melepaskan diri dari masa lalu semakin kuat denagnruntuhnya komunisme Eropa Timur pada tahun 1989. Sebagian besar partai Komunis Barat mengubah nama mereka dan bergerak lebih dekat ke Demokrasi Sosial, sementara dalam negara-negara Eropa Timur partai-partai demokrasi sosial baru, mulai dibentuk.
 
Perlunya pergeseran-pergeseran kebijakan struktur dukungan politik ini ditandai oleh perubahan-perubahan dalam pola-pola dukungan politik, yang harus ditanggapi oleh partai-partai demokrasi sosial. Hubungan-hubungan kelas yang biasanya mendasari pemungutan suara dan afiliasi politis telah bergeser secara dramatis, berkat penurunan tajam kelas pekerja kasar. Masuknya wanita kedalam angkatan kerja dalam skala besar telah lebih jauh menggoyahkan pola-pola dukungan berdasarkan kelas. Sejumlah besar minoritas tidak lagi memberikan suara, dan pada dasarnya berada diluar proses politik. Partai yang tumbuh paling besar selama beberapa tahun adalah partai yang sama sekali bukan bagian dari polotik: “non-party of non voters.” Akhirnya, ada bukti substansial bahwa perubahan-peribahan nilai telah terjadi sebagian karena perubahan generasional, dan sebagian karena respons terhadap pengaruh-pengaruh lain.
 
Perdebatan tentang masa depan demokrasi sosial selama sepuluh sampai lima belas tahun terakhir telah menimbulkan berbagai pertanyaan dan kesulitan dengan kesulita kita tahu betama problematisnya dasar-dasar kebijakannya. Tak ada agenda kebijakan demokrasi sosial yang terintegrasi yang bisa dikembangkan jika jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, sekurang-kurangnya jawaban sementara, tidak diberikan. Disini Giddens akan berfokus pada lima dilema mendasar yang seringkali muncul dan penting dalam banyak perdebatan. Giddens akan mengemukakan pandangan mengenai masing-masing dilema. Semuanya merupakan pertanyaan yang amat penting. Ruang yang ada disini hanya untuk jawaban rangkuman, dan Giddens tidak memiliki dukungan yang memadai untuk meyakinkan orang yang skeptis dalam perkara apapun.
 
Lima dilema tersebut adalah:
· globalisasi
· individualisme
· kanan dan kiri
· subjek pelaku politik
· masalah-masalah politik
 
Untuk lebih jelasnya, silahkan download The third way versi bahasa indonesia  via tusfiles di

Download ebook Hidrauluka (hidrolika) by Bambang Triatmojo

Hidrolika merupakan satu topik dalam Ilmu terapan dan keteknikan yang berurusan dengan sifat-sifat mekanis fluida, yang mempelajari perilaku aliran air secara mikro maupun makro. Mekanika Fluida meletakkan dasar-dasar teori hidrolika yang difokuskan pada rekayasa sifat-sifat fluida. Dalam tenaga fluida, hidrolika digunakan untuk pembangkit, kontrol, dan perpindahan tenaga menggunakan fluida yang dimampatkan. Topik bahasan hidrolika membentang dalam banyak aspek sains dan disiplin keteknikan, mencakup konsep-konspen seperti aliran tertutup (pipa), perancangan bendungan, pompa, turbin, tenaga air, hitungan dinamika fluida, pengukuran aliran, serta perilaku aliran saluran terbuka seperti sungai dan selokan.

Kata Hidrolika berasal dari bahasa Yunani hydraulikos, yang merupakan gabungan dari hydro yang berarti air dan aulos yang berarti pipa.

Pada masa Romawi Kuno telah dikembangkan beragam penerapan hidrolika, mencakup penyediaan air untuk umum, sejumlah Aqueduct, kincir air, pertambangan hidrolis. Romawi Kuno termasuk golongan awal yang menggunakan prinsip siphon untuk membawa air melintasi lembah, serta menggunakan teknik tertentu bernama hushing dalam pertambangan. Mereka menggunakan timbal dalam sistem pemipaan untuk suplai domestik dan umum, semisal pemandian umum pada masa itu.

Pada masa kejayaan Islam, terobosan dalam mekanika fluida oleh fisikawan muslim semisal Abu Rayhan al-Biruni (973-1048) dan Al-Khazini (penemu keseimbangan hidrostatis pada tahun 1121), menghantarkan berbagai inovasi di bidang hidrolika dari insinyur-Insinyur Arab dan para penemu. Kerajaan Arab telah menemukan sistem pengairan domestik semisal sistem pembilasan dan sistem transportasi air yang berdampak baik pada pertanian.
Download ebook hidrauluka via tusfiles

Ebook Penelitian Tindakan Kelas by Suyadi



Menjadi seorang guru merupakan profesi mulia yang dijunjung tinggi martabatnya. Kualitas seorang guru akan menentukan kualitas anak didiknya di sekolah. Jika gurunya mapan, maka anak didiknya lebih berpeluang besar untuk menjadi luar biasa dan begitu juga sebaliknya. Pertanyaannya, bagaimana menjadi guru yang bisa memberi peluang menjadikan anak didik luar biasa? Pastilah gurunya yang harus terlebih dahulu menjadi luar biasa, khususnya secara akademisi.

Dalam pengantar bukunya; "Panduan Penelitian Tindakan Kelas," Suyadi, berujar; "...Seorang guru akan menjadi luar biasa, ketika ia mampu melaporkan penelitiannya dalam bentuk karya tulis ilmiah (hal. 5). Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa guru yang hebat bukanlah guru yang telah lulus sertifikasi dalam jabatannya. Melainkan mereka yang masih bersedia untuk belajar di samping ia juga giat menunaikan tugasnya untuk mengajar. Dan salah satu ajang pembelajaran bagi guru untuk menjadi guru berkualitas dan luar biasa adalah ajang penelitian tindakan kelas (PTK), yang kemudian disajikan dalam bentuk karya tulis ilmiah.

Dalam banyak literatur disebutkan bahwa PTK pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun 1946. Selanjutnya inti dari gagasan Lewin inilah yang selanjutnya dikembangkan oleh ahli-ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John Elliot, Dave Ebbutt, dan sebagainya.

PTK dimaksudkan sebagai tindak lanjut seorang guru setelah keluar dari ruang kelas. Tindakan pasca tugas ini berupa perenungan, evaluasi, memperbaiki, dan menyimpulkan apa yang telah terjadi. Tujuannya ingin memperbaiki profesinya (guru), sehingga hasil belajar peserta didik terus meningkat. Dengan PTK, kesalahan praktik pembelajaran diharapkan bisa diketahui lebih dini sehingga dapat di segera diperbaiki sesegera mungkin.

PTK ini penting karena 5 alasan. Pertama, PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya. Dia menjadi reflektif dan kritis terhadap apa yang dilakukan oleh dirinya (guru) dan muridnya. Kedua, PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional. Guru tidak lagi sekedar seorang praktisi, yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakan selama bertahun-tahun tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi, namun juga sebagai peneniliti di bidangnya.

Penelitian Terapan
Ketiga, pelaksanaan PTK tidak menggangu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan tugas pokoknya. PTK merupakan suatu kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan pelaksanaan proses pembelajaran. Keempat dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya.

Dan kelima, penerapan PTK dalam pendidikan dan pembelajaran memiliki tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara berkesinambungan sehingga meningkatan mutu hasil instruksional, mengembangkan keterampilan guru, meningkatkan relevansi, meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru.

PTK ini berkembang sebagai suatu penelitian terapan. PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahap-tahap PTK, guru diharapkan dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain, dengan menerapkan berbagai ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif.

Jadi PTK merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual dan faktual yang dihadapi oleh guru di "lapangan" pengabdiannya. Dengan melaksanakan PTK, guru mempunyai peran ganda, yakni sebagai praktisi dan sekaligus peneliti.

Buku ini, mengupas tuntas bagaimana cara membuat dan menyusun PTK yang baik, mulai dari prosedur melakukan PTK (hal. 49-68), membuat proposal PTK (hal. 69-86), menyusun laporan PTK (hal. 87-98), hingga seluk-beluk yang berkaitan dengan PTK. Dengan sistematis, buku ini menyajikan dan mempermudah pembaca untuk bisa menyusun PTK dengan baik. Dari bab ke bab dalam buku ini tetap berubungan erat, sehingga untuk bisa mempraktikkan PTK menuntut pembaca untuk membaca buku ini secara runtut bab demi bab, tidak meloncat-loncat.

Lihat saja, ketika kita ingin langsung membuat proposal PTK, yang dalam buku ini ada pada bab III, maka mau tidak mau kita harus tahu PTK terlebih dahulu secara utuh, yang dalam buku ini ada pada bab I. Memang, buku ini sangat cocok untuk dibaca siapa saja yang ingin menjadi pendidik atau guru yang keberadaannya sangat menentukan kualitas anak didiknya di masa selanjutnya. ***

Data Buku
Judul : Panduan Penelitian Tindakan Kelas
Penulis : Suyadi
Penerbit : Diva Press, Jogjakarta
Cetakan : I November 2010 dan II Februari 2011
Tebal : 86 halaman
Download via tusfiles di

Download ebook: Inkulturalisme teater indonesia by Nanda Riffandi

Upaya mengungkap interkulturalisme dalam teater modern Indonesia, dimana buku ini mengambil studi kasus pada klub teater Bandung melalui lakon Kuda Perang merupakan usaha yang menarik.

Interkultulisme lakon Kuda perang tidak hanya pada naskah tetapi meliputi tubuh aktor, pemanggungan dan artistik

Melalui seni peran Sujata Anirun salah seorang pimpinan STB menciptakan konsep pemeranan yang diberi nama memanusiakan ide-ide, menurutnya aktor adalah manusia biasa. Konsep memanusiakan ide-ide ini terdapat pada teori seni peran George Tabori seorang sutradara teater dari Jerman.

Intisari dari memanusiakan ide-ide meliputi tentang latihan dasar bagi pemeran yang meliputi olah tubuh, olah vokal dan olah sukma.

Siasat untuk mengatasi permasalahan yang terdapat pada naskah barat maupun lokal yang dimainkan, dapat diatasi dengan terlebih dahulu melakukan adaptasi naskah.

Buku ini terbagi menjadi 5 BAB
BAB I Pendahuluan,
BAB II Stediklub Teater Bandung dan karya-karyanya
BAB III Memanusiakan ide-ide
BAB IV Interkulturalisme: Sebuah pemahaman
BAB V Kesimpulan

Untuk lebih jelasnya berikut ebook yang bisa anda download via tusfiles:
Inkulturalisasi Teater Modern Indonesia

atau via userscloud di
Inkulturalisasi by Nanda Riffandi

Download ebook: Modul SPSS


SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan pointing dan clicking mouse.

SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai populernya system operasi windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang).

Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu social, sehingga kepanjangan SPSS itu sendiri adalah Statistikal Package for the Social Sciens. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user), seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Dengan demikian, sekarang kepanjangan dari SPSS Statistical Product and Service Solutions.

SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.
Untuk penggunaannya, berikut modul SPSS yang bisa anda download.

Deposit File

2/01/2016

Ayo Sarjana! Mumpung ada cashback nya

Bila mahasiswa tidak lulus tepat waktu, maka mereka mau tidak mau harus mengalami semester 9. Jika kamu adalah mahasiswa yang rajin kuliah kaya gue, saat memasuki semester 9 kalian akan shock menjumpai  mata kuliah yang sudah abis semua, SKS sudah memenuhi standar minimal dan tak ada nilai jelek yang minta diulang.

Hal ini membuat kehidupan sebagai mahasiswa menjadi berubah. Dari awalnya yang sibuk masuk kelas, ngerjain tugas, atau rapat-rapatan abis jam kuliah, berubah menjadi kebebasan untuk melakukan apapun di waktu kapanpun. Yups, mahasiswa semester 9 dapat dikategorikan mahasiswa (semi) pengangguran. Kenapa semi? Karena masih ada one last job yang harus diselesaikan; SKRIPSI. Malesin anjay.

Semi Pengangguran
















Walau gak kuliah lagi di kelas seperti semester-semester sebelumnya, tetapi status mahasiswa membuat gue harus melakukan kewajiban dalam administrasi; SPP. 

Sialnya angkatan gue adalah angkatan pertama yang SPP nya lebih dari satu juta, naik drastis dari angkatan-angkatan sebelumnya. Biaya SPP per semester kita (angkatan 2011) di kampus UPI sekitar 1,7 juta - 2 juta an. Berasa sayang aja uang segitu dibayarkan kekampus, padahal mahasiswa semester 9 mah udah gak lagi menimba ilmu di kelas. Bisa dibilang mahasiswa semester sembilan adalah mahasiswa sekaligus merangkap Donatur kampus. "Gpp lah ya sesekali jadi donatur, itung-itung amal." Kali aja ini akan jadi salah satu pertimbangan Tuhan untuk memasukan gue ke surga. Amiiin

Bulan ini, Januari 2016. Semester 9 akhirnya menemui ajalnya. Sekarang adalah masa transisi pergantian semester ke semester 10 a.k.a semester dua digit. Semester yang kata gue adalah semester paling horror, dikarenakan angka semester ini lebih gendut daripada semester-semester sebelumnya. Jumlah angka semester sekarang adalaaaah.............. "DUA DIGIT". *Aaaak Tidaaak

Memasuki awal semester dua digit status mahasiswa di diri gue masih belum kunjung bisa terlepas juga, dan terpaksa gue harus menjadi donatur kampus untuk kedua kalinya. Pada semester sembilan dan sepuluh ini gue telah dua kali menghabiskan uang orang tua demi SPP aja, berarti sekitar empat juta rupiah uang mereka telah tersia-siakan. "Maafkan sahaya, Mah, Pah."

Namun seperti ungkapan "badai pasti berlalu", "dunia pasti berputar", dan "akan datang pelita dalam kegelapan". Pada akhirnya semua masalah pasti akan teratasi, semua kecemasan akan menemukan solusi, dan pada akhirnya dunia juga semesta akan baik-baik saja.

Jadi gini yah good people, akhir Desember 2015 kemarin ada berita burung yang mengatakan “akan ada sidang pada bulan Januari 2016.” Gue seneng? Nggak. Cuma perasaan "biasa aja". Gue juga hanya respon kabar itu dengan jawab "ooh" aja *ekspresi datar -_- 

Kabar burungnya kemudian nambahin, kalau "mahasiswa yang sidang bulan januari, SPP nya akan dikembalikan". Gue sontak seketika terkejut, mata melotot dan perasaan berbunga-bunga seperti ada kupu-kupu beterbangan dalam perut. Lalu gue respon kabar baik itu dengan "ASLINA LUR? *ekspres mupeng. 
ASLINAA LUR?








.



Saking excited nya gue isi bulan Januari ini dengan rajin ke kampus walau tanpa ada janji bimbingan. Setiap hari (kecuali sabtu dan minggu) gue isi dengan nyelanang-nyelenong ke sekitaran ruangan dosen supaya mereka tau kalau gue adalah mahasiswa mendadak rajin dan haus akan bimbingan. Kalau beruntung gue akan ditanya "Kamu gimana skripsi?" atau "Sidang jurusan kamu kapan?" sama dosen pembimbing. Diakhiri dengan ngobrol-ngobrol sejenak diruangannya. Biasanya paling lama cuma 10 menit, abis itu ada dosen lain, staff TU, atau mahasiswa lain yang minta bertemu. Kalau lagi sial ,palingan cuma disenyumin aja. Lalu... Udah

Tidak papa jika gak bimbingan. Toh pergi ke kampus dan sesekali bertemu teman seangkatan yang belum lulus, terasa menyenangkan juga. Sumpah! Mungkin benar kata orang-orang, kalau "Bahagia itu sebenarnya sederhana"

Berhubung jeda waktu saat gue dapet kabar burung dan waktu sidang yang akan diselelenggarakan begitu mepet, sementara gue saat itu masih stuck di pengembangan instrumen (BAB III). Saat itu terasa seolah THE TIME IS RUNNING OUT. Karenanya, saat itu kebiasaaan hidup menjadi berubah. Indera-indera gue mulai dipaksakan untuk digunakan secara maksimal. Mata gue menjadi lebih kuat mandang laptop dari biasanya, kuping gue menjadi lebih peka mencerna omongan dosen lebih dari biasanya, kaki juga lebih sering melangkah ke kampus dari biasanya, jemari menjadi lebih sering mengetik daripada biasanya, leher menjadi lebih sering nunduk mencari referensi dari biasanya dan lapisan tekad yang lebih tebal. Semuanya dilakukan DEMI WISUDA. 

Setiap perjuangan pastilah akhirnya akan membuahkan hasil, dalam kasus gue miracle happen terjadi satu hari sebelum deadline ngumpulin draft 3 rangkap untuk calon penguji (22 Januari 2016). Pada minggu terakhir daftar sidang, gue akhirnya dapet juga tuh tanda tangan di lembar pengesahan. Bunda pembimbing I hari selasa, bunda pembimbing II hari kamisnya, dan jumat harus udah dikumpulin draftnya. Mepet abis.

Karena keajaiban ini, sekarang akhirnya gue bisa percaya apa yang orang-orang bilang di PM, tweet, status atau caption mereka. Bahwa:

Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha.

Dulu gue sempet gak percaya sih sama quotes beginian, soalnya banyak temen-temen yang gue pikir sama-sama males, sama-sama bego dan sama-sama berprinsip "enjoykeun aja" bisa lulus duluan. Ajaib, entah mereka beli skripsi dari mana. Iya, mereka meninggalkan gue cuma demi lulus, sungguh tega dan kejamnya meraka. "Gak adil banget sih semesta, seharusnya kita tuh telat lulus sama-sama" pikir gue kala itu.

Namun setealah dapat acc kedua bunda penguji, sekarang gue fikir bahwa:

Mungkin sebenarnya semesta telah berlaku adil, mungkin gue aja yang saat itu belum bisa open minded. Mungkin mereka (orang-orang bego) bisa lulus duluan dengan perjuangan yang berdarah-darah. Bisa jadi tanpa sepengetahuan gue, mereka ke perpustakaan saat gue lagi tidur-tiduran, bisa jadi mereka lagi ngerjain revisian saat gue lagi kongkow-kongkow sama teman, bisa jadi mereka bimbingan skripsi saat gue cuman bimbingan magang (PPL). Intinya gue yakin, mereka pastilah berjuang lebih keras untuk mendapatkan gelar sarjana pendidikan. Dulu mungkin gue gak tau aja, atau mungkin hanya "pura-pura" gak tau. Pura-pura seolah dunia akan baik-baik saja walau kehidupan dijalani dengan malas-malasan. Tsaah

Hasil pemikitan open minded gue menyimpulkan bahwa ,pastilah:

Orang bego yang berhasil, pasti punya effort lebih untuk dapat menyamai pencapaian orang ber IQ rata-rata. Pasti!

Jahat juga yak.

Anyway, akhirnya waktu sidangpun datang juga. Jadi ceritanya hari selasa 26 Januari 2016 kemaren gue sidang skripsi. Dan hasilnya….............................. lulus! Horeeee!!

Sebetulnya, sebelum sidang gue sempet grogi gara-gara ada satu dosen penguji yang termasuk kategori pernah menangguhkan kelulusan sidang mahasiswanya. Temen juga banyak yang bilang, "Awas, fal. penguji kamu suka ngerjain loh! Si ibu Er orangnya spesifik banget, kamu belajar perbedaan model/strategi/pendekatan/metode dulu gih mendingan." Karena kehorroran yang ditebar oleh perilaku dosen ini yang spesifik, gue menyimpannya sebagai penguji terakhir. Gue mendahulukan diuji sama 2 orang dosen penguji lain yang menurut cerita senior dan teman yang lulus duluan adalah dosen yang baik-baik.

Ternyata eh ternyata, keadaan justru sebaliknya, Bu Er yang ditakuti justru lancar-lancar aja. Sedangkan dosen penguji 2 yaitu Pak Ed yang awalnya gue kira dosien penguji yang baik dan gak ribet ternyata adalah dosen yang paling teliti dan membuat gue harus mendengarkan ceroscosan nya selama hampir 2 jam. Dia bertanya soal keterhubungan variabel, keterhubungan sama kurikulum, dan pemilihan subjek penelitian. Walau gue jawab dengan percaya diri dan mengatasnamakan pemikiran beberapa ahli, dia tetep aja gak ngerti-ngerti. Bego!

Dia juga nyalahin kalau skripsi gue tuh pemilihan instrumennnya kurang tepat, skala interval tidak cocok dengan subjek penelitian, uji asumsi klasik yang kurang, analisis data yang salah dsb. Pokoknya semua yang ada dalam skripsi gue, terlihat salah di mata dia, bahkan penulisan lembar ucapan terimakasih pun bisa salah. *Iya pak da aku mah cowok, COWOK MEMANG SELALU SALAH.

Nyebelinnya lagi, dia mengakhiri ujian sidang dengan muka kecewa sambil ngomong "Oke sepertinya sudah terlalu lama, kamu harus terima dengan lapang dada apapun hasil keputusan bapak." Bayangkan sodara-sodara, setelah berjam-jam disalah-salahin semua part di skripsi, lalu diakhiri kalimat kaya gitu. Ini membuat gue sempat berpikir gue akan mengalami penangguhan kelulusan, atau harus melakukan penelitian ulang. Asli, saat itu suasana hati jadi tak enak, mood disaster banget pokoknya. Hari itu makan pun jadi tak enak, rokok tak enak, ngobrol jadi gak asik, pikiran udah membayang-bayang kemungkinan terburuk. Gagal Sarjana. 

Akhirnya tiba juga waktu pengumuman hasil sidang (yudisium). Dan hasilnya, gue dinyatakan lulus dengan IPK 3,31 dengan predikat sangat memuaskan. Dan yang paling penting dari itu semua, ketiga penguji sidang tidak membuat catatan. Which mean, gue gak perlu ngerevisi lagi skripsi yang disidangkan, apalagi penelitian ulang dan apalagi penangguhan kelulusan. 

Sepertinya dosen penguji lagi pengen ngerjain aja. Walau ini bukan bulan April, tapi jail mereka udah pada level jail parah. Parah-parah-parah. Gimana kalo April Mop

Dan berhubung gue udah lulus sidang, sekarang gue udah punya hak untuk menambahkan beberapa huruf dibelakang nama, Hell yeah Im Done


----------------------------------

Oh iya, topik utama postingan ini kan tentang cashback yak, malah ngelantur kemana-mana.

Tadi saat gue nunggu giliran di sidang, gue nanya ke temen-temen yang bareng sidang dan yang nonton sidang soal kapan cashback SPP akan masuk rekening. Ternyata untuk memprosesnya membutuhkan waktu sekitar dua bulanan sebelum ditransfer ke rekening mahasiswa. Berarti rekenig gue akan nambah dua juta nya sekitar bulan maret 2016. Yaaah lama

Jiah payah nih, mimpi hura-hura menghabiskan waktu pasca sidang terpaksa harus ditunda. Mimpi melakukan kegiatan no 4 pada hal-hal yang harus dilakukan pas muda aja, kayaknya gak pernah bisa dilakukan.

.Sepertinya pada saat nanti cashbacknya udah mengisi rekening, gue kayaknya udah gak lagi pengen hura-hura deh. Toh masa euforia jadi sarjana juga udah abis. Gak pas aja gitu, hura-hura tanpa ada sesuatu yang dirayakan. Sesuatu sejenis sebuah pencapaian. Karena gak jadi dipake hura-hura, jadinya gue harus membuat plan B untuk alokasi dana SPP ini

Gue pikir akan lebih baik bila cashback dua juta tsb dipakai buat investasi. Bukan, bukan poin 3 di hal-hal yang harus dilakukan cowok pas muda. Ada pasal IT di KUHP loh, sieun ih. Jadi. rencananya gue akan mengalokasikan nya dengan menjadi trader forex, Soalnya gue rada sirik juga sih ngeliat beberapa orang temen-temen gue yang dalem satu malem bisa menggandakan uangnya jadi dua kali lipat.

Jadi kalau dihitung-hitung. Dalam sehari duit cashback SPP 2 juta nya berubah jadi 4 juta, dalam seminggu 2 juta nya jadi 14 jt, dalam sebulan 2 juta nya jadi 60 juta. Gokil, sepertinya gue akan jadi wisudawan kaya raya. Sejenis sarjana mabrur nan sahih. Hahaaa

Mungkin ini yang disebut OLX  "UPGRADE KEHIDUPAN"
























Ini mah imajinasi dulu aja, pada kenyataannya gue yakin pasti tak akan semulus paha member JKT 48. Nanti uang nya bakal turun naik turun naik secara fluktuatif. Bahkan bisa aja dua jutanya abis jadi beberapa ratus ribu. Agak beresiko juga sih. Tapi gpp, soalnya gue yakin bahwa
Setiap orang hebat, pasti pernah melakukan keputusan sulit beresiko tinggi dalam hidupnya. They just not  afraid to failure.

Bukankah Mark Zuckenberg mengambil resiko tidak melanjutkan kuliah, bukankah Bob Sadino menghabiskan uang warisan untuk jalan-jalan keliling dunia, bukankah Steve Jobs memilih mengembangkan perusahaan barunya daripada belajar, dan bukankah Nicki Lauda juga rela dibenci keluarga demi mengejar passion nya. Mereka semua hebat, dan mereka juga punya satu kesamaan, memilih sebuah keputusan sulit dalam kehidupan. Mereka mengorbankan apa yang mereka miliki demi apa yang mereka yakini. Dan gue ingin seperti mereka, menjadi orang yang yakin akan keputusan hidupnya.

Kita berimajinasi lagi ya. Bayangkan kalau kegiatan forex ini berhasil, dan gue dapet uang puluhan juta dari nuker-nuker mata uang yang bahkan bentuk fisiknya gue gak tau kayak apa. Apakah warna-warni kah, atau ijo aja. Entahlah. Tapi coba pikir lagi,  adakah hidup yang lebih nikmat daripada bekerja tanpa jam kerja? Adakah pekerjaan yang lebih enak daripada kerja yang bisa dilakukan dimana saja? Dan adakah pekerjaaan yang lebih asik daripada pekerjaan yang kita gak akan tahu pendapatan maksimal kita seberapa? Bisa sejuta, bisa puluhan juta, bisa ratusan juta. Sepertinya akan lebih asyik aja gitu saat hidup dalam sebuah ketidak pastian, semuanya akan dilakukan spontan. Oh I cant wait.

Bila berhasil, gue bisa dibilang adalah seorang COWOK U MILD sejati, walau sebenernya gue lebih suka class mild buat dikonsumsi. COWOK U MILD adalah deskripsi cowok yang paling keren daripada cowok lainnya di semesta raya. Apa? Gak tau cowok U Mild kaya apa. Nih yah aku kasih tau, cowok U Mild tuh adalah cowok yang:
Senang itu pas lagi ngantor
Karena ngantor ngga harus di depan monitor
Ngantor asikan cuma berkolor
Lebih spesial lagi kalau pake telor
Ngantor ngga harus indoor
Ini baru ngantor
Ini baru cowok U Mild
Gara-gara iklan U Mild ini, paradigma gue terhadap para pekerja menjadi berubah, Cowok yang keren bukanlah mereka yang ngantor pake setelan formal, pake jas dan pake dasi. Cowok yang keren adalah mereka yang ngantor......... PAKE KOLOR. Goookkkiiill.

Salam Cowok U Mild.



Kalau lupa kayak gimana, simak video berikut: 


Walaupun jadi cowok U Mild itu keren, tapi jangan lupakan bahwa:




1/26/2016

Ekhm. Sorry! Sarjana


Hello good people. Gue mau cerita nih, jadi tadi siang itu gue sidang skripsi. Dan hasilnya..........Lulus! Horee! Tanpa ada revisian lagi. Gokil gak tuh.

Karenanya, postingan kali ini akan bahas sarjana-sarjanaan. Maaf yah bagi yang belum lulus, ini tak berniat menyinggung kalian kok. Cuma lagi pengen "sombong aja." *Nah loh?

Mulai bercerita..............

Jadi di kampus gue, sekarang terdapat sistem strata sosial baru. Para mahasiswa tingkat lima lagi heboh ngekotak-kotakin strata sosial teman-teman seangkatannya. Jadi, mahasiswa di kampus, lagi suka memilah-milah orang berdasarkan ke'sarjanaan'nya. Layaknya Tuhan, mereka  berani ber playing god menggolongkan derajat mahasiswa lainnya.

Sistem strata sosial ini, membagi mahasiswa tingkat lima kedalam lima tingkatan.

Derajat tertinggi, dipegang oleh Sarjana, mereka yang udah sidang bulan Juni, Agustus dan Oktober 2015 (udah wisuda), beruntungnya golongan ini udah jarang ditemui di kampus. Di bawahnya, ada mahasiswa yang baru sidang dan tinggal nunggu wisuda, dan pendampingnya juga :( (golongan gue). Di derajat ke tiga, mahasiswa yang udah mendapatkan tanda tangan pembimbing dan tinggal menunggu tanggal sidang. Di derajat ke empat, adalah mahasiswa tingkat lima yang harus terus-terusan bikin revisian, karena skripsinya belum kunjung layak juga untuk di tanda tangani lembar pengesahannya.  *Biasanya dos pem nya Edan Eling*

Dan yang paling bawah banget, sebawah-bawahnya mahasiswa tingkat lima adalah mereka belum nyentuh skripsi, karena masih harus ngontrak mata kuliah semester bawah untuk memperbaiki IPK yang unfortunely masih dibawah 3, atau mereka yang belum memenuhi syarat minimum perolehan SKS. Keep struggle ya guys!


Biasanya, perbedaan derajat ini digunakan mahasiswa tingkat lima untuk saling ngeledek satu sama lain.


"Sorry, aing mau ke kantin dulu ya….. Sarjana," kata mereka yang udah pada lulus. Padahal pas di kantin mesennya nasi goreng bungkus plastik yang lima rebuan, atau bahkan hanya bala-bala/gehu, itu tuh gorengan yang harganya dua rebu dapet tilu (tiga). Biasanya mahasiswa yang belum lulus bakal ngebales, "Sorry juga ya. Kampus tempatnya mahasiswa, bukan pengangguran. Huss! Huss!". 

Padahal sebenernya kampus gue isinya gak semuanya mahasiswa, ada juga kok masyarakat biasa, anak sekolahan atau orang-orang yang hanya ingin "main aja." Golongan orang yang ke kampus cuma ingin lihat museum pendidikan sama mojang bandungnya aja, itung-itung liburan sama cuci mata sekalian.
Tempat wisata baru di Bandung. Katanya.........

Gue sendiri adalah mahasiswa tingkat lima yang ingin cepat-cepat sarjana. Karena menjadi sarjana akan membuat gue akhirnyaa punya kewenangan untuk mengucapkan "Sorry! Sarjana." dengan parlente

Gue berencana menggunakan kalimat “Sorry, Sarjana” ini di setiap akan melakukan aktivitas apapun. Terutama kalau gue lagi dalam situasi ngobrol sama seseorang berstatus mahasiswa (belum lulus, lebih bagus).

Apapun topik pembicaraannya, gue akan menyambung-nyambungkannya dengan topik seputar sarjana-sarjaaan (topik soal toga, tempat jahit jas, setelan resmi, lowongan kerja, job fair, gaji,  UMR dll). 

Kemudian pura-pura lupa kalau lawan bicara belum lulus, misal dengan berkata “Eh lupa, malah ngomongin toga. Maneh kan belum sarjana yak. Maap maap,” dilanjutkan dengan obrolan kehidupan keseharian dan rencana masa depan, kemudian finish him dengan kalimat "Sorry! Sarjana.."

Hmmm rencananya mortal combat mateng juga. 

Untuk lebih jelasnya, gue berikan contoh obrolan yang nanti akan terjadi: 

Situasi 1
Lagi mager abis gadang baru bangun jam 11 siang. Gue keluar kamar, di ruang tengah ada orang.
Temen   : "Sia jam segini baru bangun?  Gustii, males pisan eh maneh"
Gue  : (jawab sambil ngulet-ngulet) "Iya nih, aing lagi dalam fase recovery abis skripsi. Kekampus juga gak ada urusan lagi. Ekhm... Sorry! Sarjana" (lebih epic ngomongnya sambil heuay/nguap)
Temen  : "Sombongnaaa sia:"

Situasi 2
Antri WC sekitar jam 8 pagi
Temen    : "tumben fal bangun pagi, arek kemana emang?"
Gue   : "Mau bikin SKCK sama kartu kuning, biasa…..  persyaratan pekerjaan. Ekhm....... Sorry! Sarjana"  (senyum tipis sambil tepok pundaknya)
Temen    : "Anjay" 


Situasi 3
Bertemu teman seangkatan dikampus
Temen     :  "Lagi ngapain dikampus? Bukannya maneh udah lulus?"
Gue          :  "Mau bikin SKL (surat keterangan lulus) euy, legalisir juga sekalian. Sorry! Sarjana. Eh ari maneh kapan nyusul?

----------------------------------------

Akhirnyaaaa………………….. 

Terimakasih semesta, engkau memberikanku anugerah untuk bisa bertanya "kapan nyusul?"



Setelah lebih dari satu semester harus berjibaku melakukan kewajiban ngelarin skripsi dengan susah payah dan berdarah-darah. Sekarang akhirnya gue mendapatkan hak yang sudah sepantasnya didapat. Hak untuk menggunakan pertanyaan paling jahanam di alam dunia dan paling keji di semesta raya, hak untuk bertanya.......... "kalau kamu, kapan nyusul?". Gue bilang ini jahanam soalnya gue tau banget rasanya ditanya "kapan nyusul?" Pedih siah bro. Asli teu bohong.



Dulu di masa megalitikum gue belum sarjana, saat bertemu teman seangkatan, mereka selalu bertanya pertanyaan jahanam ini, SELALU. Sepertinya "kapan nyusul?" adalah pertanyaan wajib para sarjana saat bertemu dengan teman seangkatan yang masih far far away dari wisuda. Mungkin mereka lagi pengen "sombong aja". Dasar manusia! tempatnya ria. 


Eh ga ketang, temen-temen aku mah pada baik-baik kok, juga berbudi luhur semua. Ga ada yang sombong kok. hehehe hehehe *cess dulu dong biar gak selek* kita pan Ce Es. Itu juga kalau kalian baca sih, kalau ngga. Dasar Jahanam!

Entah bagaimana dengan kamu, tapi kalau aku ditanya "kapan nyusul?" oleh mereka yang udah lulus, gue selalu jadi mati kutu dan bingung sendiri harus jawab apa. Jujur, pertanyaan ini terlalu sulit. Sepertinya guru zaman sekolah dulu lupa ngajarin materi ini deh. 


Bicara soal rasa, rasanya ditanya "kapan lulus?" tuh mungkin mirip-mirip sama cewek seumuran (20an) kalo ditanya “kapan nikah?". Kita sih pengennya cepat-cepat, sayang kita gak punya cukup kekuasaan untuk bisa menentukan sepenuhnya. Jadi tepatnya kapan? Gak tau. :-( Kan ironis.


Mencoba jadi open minded, gue pikir-pikir lagi dengan positive thinking. Mungkin sebenarnya niat mereka (para sarjana) itu baik, sama sekali tak terbesit niat mau sombong apalagi mau pamer dari mereka.

Mungkin sebenarnya mereka bertanya seperti itu, karena mereka "peduli aja" sama kita. Maybe they just care!

Salah satu bentuk kepedulian mereka adalah dengan bertanya............... "kapan nyusul?". Karena mereka tau, sudah tidak ada lagi kesempatan wisuda sama-sama, at least mereka masih punya kesempatan untuk bisa nganggur mencari kerja sama-sama, diterima di kantor yang sama, menggapai impian sama-sama dan menjadi sukses sama-sama. Uuuh so sweet.


Walaupun begitu, "Pertanyaan 'kapan nyusul?' kalian membuat panas kuping aing deuh". Sumpah!


--------------------------------------------



Dan sekarang................ dihitung semenjak hari ini.


Keadaan berbalik sodara-sodara. Sekarang adalah giliranku yang jadi subjek penanya. Inilah yang orang-orang hindu sebut sebagai karma anak muda. Hohohoho. 

Walaupun udah lulus, tapi gara-gara dapet hak yang luar biasa istimewa ini. Sekarang gue malah jadi makin semangat ke kampus.

Mulai besok gue akan kelilingin setiap fakultas di kampus, demi mencari teman seangkatan yang belum lulus (juga yang kenal). Kali aja ada beberapa dari mereka yang lagi bimbingan, atau nyari referensi di perpustakaan. Atau mungkin ada yang lagi "maen aja," ngeliat museum pendidikan. (Asa teu kudu, mahasiswa tingkat lima)



Dan setelah nemu satu orang, gue akan say "Hai, apa kabar?" lalu berbincang dan menjadi pendengar, mendengarkan 'pedih'nya perjalanan kehidupan mahasiswanya. Kemudian  gue akan menceritakan perjuangan dan keberhasilan mendapatkan gelar sarjana ini. Lalu cepet-cepet samber dengan pertanyaan "kapan lulus?" atau "kapan nyusul?". HAHA rasakan.



Biar gak selek, sebelum pamitan mencari korban selanjutnnya. Akhiri pembicaraan dengan kalimat motivasi. Misal "Semangat ya! pasti bisa kok ikut sidang bulan sekarang. Sing Yakin!"



Padahal dalem hati "Jiah, baru bab segitu mau sidang bulan sekarang? Ngimpi." Sing eling gera lur! 



Eh gak ketang, aku mah orangnya tulus kok kalo mendoakan. "Ayo semangat, kamu pasti bisa, biar kita wisuda bareng April nanti." Semangat yaaa! Hap hap!

Kapan yah?

Lanjut.................

Namun pada kenyataannya pasti selalu saja begini, ekspektasi selalu bertolak belakang dengan realita. Seperti Haji Muhidin yang tidak dihormati, seperti Adriana yang gagal balikan sama si Boy, seperti Joker yang kalah mulu padahal pinter, seperti Jenderal Zod yang katanya kuat tapi mati dengan cupu dan seperti Tim Evil nya Shaolin soccer yang kalah WO walau udah pake drugs dan jurus supranatural.

Sesuatu yang dilakukan dengan niat jahat pastilah akan berujung kegagalan, walau udah direncanakan dan di breakdown langkah-langkahnya. 

Untuk sejenak mungkin terlihat akan berhasil. namun pada akhirnya menemui kegagalan jua. Dunia sungguh tidak adil, semesta terlalu sering mendukung pihak protagonis.

Jadi gini yah good people, barusan sepulangnya sidang, gue gak sengaja sombong ke beberapa temen sekaligus. Gue terlibat obrolan 4-5 orang, mereka semua tingkat lima dan baru ada satu orang yang lagi nunggu sidang (derajat ke 3). Sisanya? Kasihan lah pokoknya. Bila dibandingkan gue, kehidupan mereka terlihat begitu “pedih” dan cukup layak untuk dikasihani (derajat ke 4 dan 5). Intinya saat itu gue adalah satu-satunya sarjana disana, sehingga gue adalah mahasiswa berderajat paling tinggi bila dibandingkan dengan mereka. (gue kan mahasiswa derajat 2). Tsaah.

Entah apa topik obrolan sebelumnya, tadi tanpa sengaja mulut ini mengeluarkan kalimat "Sorry, Sarjana." 

Lalu? Respon mereka? Bukannya ngasi selamat, tapi mereka merespon dengan begitu ketus. Seingat gue kayak gini:
Gue             : “blah blah blah blah blah, Sorry! Sarjana.”
Temen 1      : "Kenapa Sarjana teh gak kerja?"
Gue             : "Baru juga barusan sidangnya" '__'
Temen 2  :  "Traktiran nge Beer dong itung-itung merayakan kelulusan maneh!" 
Gue         :  "Gak punya duit euy, abis buat syarat-syarat sidang kemarin."
Temen 3     :  "Kenapa Sarjana teh gak punya uang?"
Gue           :   "Kan urang tadi bilang……." *lalu dipotong temen 3, gak sempat selesai bicara*
Temen 3 :  “Ongkoh sarjana tapi masih kere keneh, upgrade kehidupan dulu dong sebelum sarjana! Mending si A (temen 12), belum lulus tapi udah gak minta uang orang tua. Sarjana kurang prepare maneh mah fal"
Temen 2 : "Ah sarjana watir maneh mah, PAYAH!" (intonasi crowd nya Benteng Takeshi)
Temen 1,2,3 : "PAYAH! PAYAH! PAYAH!" (masih intonasi crowd nya Benteng Takeshi)
Peserta     : "Doakan aku yah!"
Penonton  : "Semangat! Kamu pasti bisa,"
*Kemudian pesertanya tijalikeuh lalu tikusruk*
Penonton   : "Yaaaah. PAYAH! PAYAH!"












Mereka bilang gue “payah!”.......
Cara ngomongannya juga gitu......
Begitu “kasar!”........
Juga “ketus!”.......
Terdengar begitu menyakitkan...........
Gak sanggup gue dengernya.........
Soalnya hati gue........
“HALUS!”.
Anjay terlalu menjijikan lebay juga deskripsinya, rasanya gak semenyakitkan itu sih sebenernya. Rasanya yah cuman “gendok” aja. Dikit. 

Amanat moral dari kejadian ini adalah: "Jangan ngebahas sarjana-sarjanaan ke mahasiswa tingkat lima yang belum lulus!" Perasaan mereka jadi terlalu sensitive pada masa-masa ini, masa dimana ada salah satu teman sesama tingkat lima lulus duluan. Mirip-mirip cewek PMS sepertinya. Anything becomes wrong di mata mereka.

Dari kejadian ini gue jadi sedikit kapok, mulai sekarang gue harus lebih cermat memilih lawan bicara saat ingin bersombong ria menggunakan kalimat “Sorry! Sarjana”. Menjadi bijak amat sangat diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan satu ini. We must being wise, biar gak ada yang pundung dan gak ada yang selek.

Kalau memang sudah tak tertahankan, ingin segera menyombongkan status ke’sarjana’an. Disisi lain teman kita adalah orang berwatak pundungan. Tips dari penulis, segeralah akhiri kalimat “Sorry, Sarjana” dengan kalimat permintaan maaf, mendoakan atau becaandaan. Misal “maaf-maaf kelepasan,” atau "kamu pasti bisa nyusul kok," atau "tinggal dikit lagi dong, udah nyampe BAB segitu mah," atau sorry gak maksud, atau “Oh iya lupa,” atau “Becandaaa!”, disertai ekspresi muka senyum kuda.
 
Sorry! Sarjana. hehe  Becandaa!!













Trust me, it works. Terbukti, belum ada temen yang pundung sejauh ini.




KESIMPULAN

Kesimpulan pada postingan kali ini ditulis untuk menjawab rumusan masalah yang dirumuskan pada BAB I. Sampel diambil dari populasi homogen dengan teknik Purposive Sampling. Data dianalisis mengunakan pengolahan data kuantitatif menggunakan Paired T Test dengan derajat kebebasan 30 dan taraf signifikansi 95%, Hasil uji hipotesis membuktikan bahwa Ho ditolak. Dapat ditarik kesimpulan bahwa status sarjana berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesombongan mahasiswa tingkat lima.

Skripsi banget kan? Iya dong, Sarjana………….

Jadi, kalau kamu adalah sarjana kemarin sore, mahasiswa nunggu sidang, lagi nunggu acc pembimbing atau tahun depan jadi sarjana. Berikut adalah tips tentang penggunaan "Sorry, Sarjana" yang baik dan benar sesuai pengalaman empiris penulis. Here is Rifal tips:

  1. Pastikan kalau kamu dalam situasi yang tepat. Misal situasi obrolan dua orang dimana lawan bicara kamu memiliki kehidupan yang lebih "kasihan" daripada kehidupan kamu. Ucapan “sorry! sarjana” akan membuat lawan bicara kamu tidak bisa berkata-kata, kemudian meratapi hidupnya yang sudah terlalu banyak diisi "kesia-siaan." 
  2. Jangan mengatakan "Sorry, Sarjana" dalam perkumpulan teman yang mayoritas belum lulus! Jika kamu memaksakan, kamu akan menjadi bahan ceng-cengan dari teman-temanmu, biasanya orang sepenanggungan akan bekerjasama untuk mengalahkan orang yang berbeda dari mereka. Kamu akan berakhir dengan perasaan "Gendok" 
  3. Gunakanlah "Sorry! Sarjana" dalam perkumpulan teman yang ada sarjana lainnya selain kamu, minimal dua orang. Hal ini akan membuat kesombongan kamu akan didukung oleh teman-teman yang udah sarjana juga. Mirip-mirip sama para orang berpacar menghina jomblo. Percayalah, bahwa mayoritas selamanya akan selalu menang. Yakini itu!                                 
  4. And the last but not least. Pastikan kehidupan kamu sudah cukup keren untuk jadi sarjana sombong. Keren disini semacam udah kerja, punya tabungan melimpah, atau dapat beasiswa S2. Dibandingkan opsi yang lain, ini adalah opsi tersulit dan paling jarang dipakai. Tips ini cocok dipakai untuk kamu yang sedang berada dalam situasi tips no 2. Situasi dimana lingkungan sekitar diisi oleh orang-orang yang telat take off, sehingga kamu jadi take off sendirian. Saat kamu sedang asyik menyombongkan diri, teman-teman kamu akan kehabisan kata-kata menyadari kenyataan bahwa kamu telah berada one, two, or twelve step ahead dari mereka. Kamu bisa dibilang adalah seorang sarjana mabrur nan sahih. Sangat afdol bagi kamu untuk bersombong ria berucap "Sorry! Sarjana".

Mungkin itu aja tips hari ini, stay tune on rifalnurkholiq.com dan nantikan Rifal tips selanjutnya.


Udahan dulu yah kesimpulannya, soalnya gue mau tidur juga. Besok ada job fair di Sabuga. Ekhm. Sorry! Sarjana...........

Ups, I did it again