3/26/2013

SUBSTANSI (ISI) KEBUDAYAAN



            Substansi (isi) utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan di dalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri, baik dalam bentuk atau berupa sistem pengetahuan, nilai, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi, dan etos kebudayaan.

Ø  Sistem Pengetahuan
            Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami:
a.       Alam sekitar;
b.      Alam flora di daerah tempat tinggal;
c.       Alam fauna di daerah tempat tinggal;
d.      Zat-zat bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya;
e.       Tubuh Manusia;
f.       Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia;
g.      Ruang dan Waktu
            Untuk memperoleh pengetahuan tersebut di atas manusia melakukan 3 cara, yaitu :
1. Melalui pengalaman dalam kehidupan sosial.
2. Berdasarkan pengalaman yang diperoleh melalui pendidikan formal maupun non-formal.
3. Melalui petunjuk-petunjuk yang bersifat simbolis yang sering disebut sebagai komunikasi simbolik.

Ø  Nilai
            Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. Karena itu, sesuatu dikatakan memiliki nilai apabila :
            Menilai berarti menimbang, yaitu kegiatan manusia untuk menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk dijadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Keputusan nilai dapat menentukan sesuatu berguna atau tidak berguna, benar atau salah, baik atau buruk, religius atau sekuler, sehubungan dengan cipta, rasa dan karsa manusia.
            Sesuatu dikatakan mempunyai nilai apabila berguna dan berharga (nilai kebenaran), indah (nilai estetis), baik (nilai moral atau etis), religius (nilai agama).
            Prof. Dr. Notonagoro membagi nilai menjadi tiga bagian yaitu:
- Nilai material, yaitu segala sesuatu (materi) yang berguna bagi manusia.
- Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan dan aktivitas
- Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang bisa berguna bagi rohani manusia.
            C. Kluchohn mengemukakan, bahwa yang menentukan orientasi nilai budaya manusia di dunia adalah lima dasar yang bersifat universal, yaitu:
a. Hakikat hidup manusia (MH);
b. Hakikat karya manusia (MK);
c. Hakikat waktu manusia (MW);
d. Hakikat alam manusia (MA);
e. Hakikat hubungan antarmanusia (MM).

Ø  Pandangan Hidup
            Pandangan hidup adalah suatu nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat dan dipilih secara selektif oleh individu, kelompok atau suatu bangsa. Pandangan hidup suatu bangsa adalah kristalisasi nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya, dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya.
            Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. Oleh karena itu, pandangan hidup merupakan nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat dengan dipilih secara selektif oleh individu, kelompok atau bangsa.
            Dengan demikian, pandangan hidup adalah kristaliasi dari nilai-nilai yang dimiliki oleh suatu bangsa, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya.

Ø  Kepercayaan
            Pada dasarnya, manusia yang memiliki naluri untuk menghambakan diri kepada yang Mahatinggi, yaitu dimensi lain di luar diri dan lingkungannya, yang dianggap mampu mengendalikan hidup manusia. Dorongan ini sebagai akibat atau refleksi ketidakmampuan manusia dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup, dan hanya yang Mahatinggi saja yang mampu memberikan kekuatan dalam mencari jalan keluar dari permasalahan hidup dan kehidupan.

Ø  Persepsi
            Persepsi, adalah tanggapan seseorang terhadap suatu masalah, kejadian atau gejala. Persepsi terdiri atas:
o      Persepsi sensorik, yaitu persepsi yang terjadi tanpa menggunakan salah satu dari panca indera manusia.
o      Persepsi clairvoyance, adalah kemampuan melihat peristiwa atau kejadian di tempat lain, jauh dari tempat orang yang bersangkutan.
o      Persepsi telepati, adalah kemampuan mengetahui kegiatan mental individu.
            Persepsi atau sudut pandang ialah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan.

Ø  Etos Kebudayaan
            Etos / jiwa kebudayaan berasal dari bahasa Inggris berarti watak khas. Etos sering tampak pada gaya perilaku warga. Misalnya, kegemaran-kegemaran warga masyarakatnya, serta berbagai benda budaya hasil karya mereka, dilihat dari luar oleh orang asing.
            Etos atau watak khas yang sering tampak pada gaya tingkah laku warga masyarakat, kegemaran-kegemaran dan berbagai hasil karya masyarakat.
            Masing-masing suku mempunyai etos kebudayaan masing-masing, yang mungkin saja berbeda sangat mencolok, apa yang baik menurut suku tertentu belum tentu baik menurut suku yang lain, oleh karenanya diperlukan sikap kedewasaan dan toleransi yang tinggi untuk memahami kebudayaan lain.

No comments:

Disqus for Rifal Nurkholiq