1/13/2013

Model Kurikulum Beachamp


Kurikulum Beachamp (Beauchamp”s system)
Model ini dinamakan dengan system Beauchamp, karena memang diciptakan dan dikembngkan oleh G.A. Beauchamp’s (1964) seorang ahli kurikulum. Beauchamp mengungkapkan ada lima langkah dalam pengembangan kurikulum.
Beachamp menetapkan lima langkah dalam pengembangan kurikulum, yaitu:
a.       Menetapkan wilayah atau area yang akan melakukan perubahan suatu kurikulum. Wilayah itu hanya bias terjadi satu sekolah, satu kecamatan, kabupaten atau mungkin tingkat provinsi dan tingkat nasional.
b.      Menetapkan orang-orang yang akan terlibat dalam pengembangan kurikulum. Beauchamp, melibatkan seluas-luasnya para tokoh di masyarakat. Orang-orang yang harus dilibatkan itu terdiri dari para ahli/spesialis kurikulum, para ahli pendidikan termasuk di dalamnya para guru yang dianggap berpengalaman, para professional lain dalam bidang pendidikan (seperti pustakawan, laporan, konsultan pendidikan dan lain sebagainya), dan para professional dalam bidang lain beserta para tokoh masyarakat (para politikus, industriawan, pengusaha, dan lain sebagainya)
c.       Menetapkan prosedur yang akan ditempuh, yaitu dalam hal merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus, memilih isi dan pengalaman belajar serta menetapkan evaluasi. Keseluruhan prosedur itu selanjutnya dapat dibagi dalam lima langkah :
1)      Membentuk tim pengembang kurikulum
2)      Melakukan penilaian terhadap kurikulum yang sedang berjalan
3)      Melakukan studi atau penjajakan tentang penentuan kurikulum baru
4)      Merumuskan kriteria dan alternatif pengembangan kurikulum
5)      Menyusun dan menulis kurikulum yang dikehendaki
d.      Implementasi kurikulum. Pada tahap ini perlu dipersiapkan secara matang berbagai hal yang dapat berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap evektifitas penggunaan kurikulum, seperti pemahaman guru tentang kurikulum itu, sarana atau fasilitas yang tersedia, manajemen sekolah, dan lain sebagainya.
e.       Melaksanakan evaluasi kurikulum yang menyangkut :
1)      Evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru sekolah
2)      Evaluasi terhadap desain kurikulum
3)      Evaluasi keberhasilan anak didik
4)      Evaluasi system kurikulum
Data dari evaluasi ini berguna bagi proses pengembangan kurikulum, serta keberlanjutan dan perbaikan kurikulum dari tahun ke tahun.

No comments:

Disqus for Rifal Nurkholiq